Hariankripto – Isu Arthur Hayes dengan ZachXBT kembali memanas di komunitas kripto. Nama Arthur Hayes ramai menjadi pembahasan setelah ia menjawab kritik keras dari ZachXBT. Banyak orang menilai polemik ini menyentuh isu sensitif, yaitu pengaruh tokoh besar terhadap keputusan trader ritel.
Pada 13 Juni 2026, Arthur Hayes berbicara dalam wawancara bersama Cointelegraph. Ia menanggapi tuduhan bahwa dirinya memakai audiens sebagai exit liquidity. Tuduhan itu muncul setelah ia sempat menunjukkan pandangan bullish pada beberapa altcoin lalu segera menutup posisinya.
Hayes langsung membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah menyuruh siapa pun membeli atau menjual aset tertentu. Ia juga mengingatkan publik bahwa dirinya bukan penasihat keuangan.
Arthur Hayes Tegaskan Unggahan Hanya Soal Portofolio Pribadi
Arthur Hayes menjelaskan bahwa unggahan publiknya hanya mencerminkan langkah pribadinya. Hayes membagikan apa yang ia lakukan di pasar. Ia tidak menulis instruksi untuk diikuti orang lain.
Arthur Hayes Responds to ZachXBT's Criticism: I Never Asked Anyone to Follow My Trades
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) June 16, 2026
On June 13, 2026, during an interview on Cointelegraph, Arthur Hayes @CryptoHayes addressed ZachXBT's accusations that he used his audience as exit liquidity after posting bullish sentiments… pic.twitter.com/SFJYnAs9ID
Menurut Hayes, banyak kritik muncul karena orang membaca postingan tokoh kripto sebagai sinyal pasti. Padahal, ia merasa hanya menunjukkan posisi dan pandangan pribadi. Ia bahkan menantang para pengkritik untuk mencari kalimat yang berisi ajakan langsung seperti “harus beli” atau “jangan beli”.
Pernyataan itu jadi poin utama dalam pembelaannya. Hayes ingin menarik garis yang tegas antara berbagi aktivitas trading dan memberi nasihat investasi. Ia merasa dua hal itu tidak sama.
Sikap ini menarik perhatian banyak pelaku pasar. Di dunia kripto, satu unggahan dari figur besar bisa memicu reaksi cepat. Namun, Hayes menilai keputusan tetap ada di tangan setiap investor.
Kritik ZachXBT Buka Luka Lama di Komunitas Kripto
ZachXBT tidak menyerang tanpa alasan. Kritiknya mencerminkan keresahan yang sudah lama hidup di pasar kripto. Banyak trader ritel sering masuk ke altcoin karena terpengaruh opini tokoh terkenal.
Ketika figur besar menunjukkan sentimen positif, pasar bisa bergerak liar. Investor kecil sering mengejar momentum tanpa riset. Saat harga berbalik, mereka yang paling dulu menanggung kerugian.
Karena itu, tuduhan soal exit liquidity selalu memancing emosi. Komunitas melihat pola seperti ini berulang dalam banyak siklus pasar. Tokoh besar berbicara, harga naik, lalu posisi berubah cepat.
Di sisi lain, kasus seperti ini juga mengingatkan bahwa pasar kripto belum punya batas moral yang jelas. Banyak orang menuntut tanggung jawab lebih besar dari influencer, founder, dan trader terkenal. Mereka ingin publik figur lebih hati-hati saat bicara soal aset.
Meski begitu, tanggung jawab pribadi tetap tidak bisa hilang. Investor tetap memegang tombol beli dan tombol jual. Tidak ada unggahan yang bisa menggantikan analisis yang matang.























