Hariankripto – CEO Ripple, Brad Garlinghouse, melontarkan kritik tajam kepada CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, terkait sikapnya terhadap RUU Clarity di Amerika Serikat. Garlinghouse menilai Jamie tidak transparan dalam menyampaikan alasan penolakannya terhadap regulasi tersebut. Selain itu, Garlinghouse melihat adanya upaya mempertahankan dominasi sistem keuangan tradisional di tengah pertumbuhan industri kripto.
Kritik CEO Ripple terhadap Sikap JPMorgan
Garlinghouse menanggapi pernyataan CEO JPMorgan Chase dalam wawancara dengan Fox Business. Ia menilai Jamie menyiratkan bahwa RUU Clarity dapat melemahkan kepatuhan dan membuka ruang aktivitas ilegal. Namun demikian, Garlinghouse menegaskan bahwa tuduhan itu tidak akurat.
RIPPLE CEO BRAD GARLINGHOUSE JUST CALLED OUT JAMIE DIMON
— CryptosRus (@CryptosR_Us) June 13, 2026
Dimon has spent years attacking crypto.
Garlinghouse says JPMorgan earns over $20 billion in payments revenue and more than $5 billion in profit from the current system.
Banks want to protect the status quo. Crypto wants… https://t.co/gFik1VZfGS pic.twitter.com/jPqwATaYQl
Lebih lanjut, ia menyebut pernyataan tersebut sebagai distorsi yang sengaja atau setidaknya keliru. Oleh karena itu, ia meminta Dimon untuk lebih jujur terhadap motivasi di balik kritiknya. Dengan demikian, perdebatan tidak hanya berfokus pada regulasi, tetapi juga pada kepentingan bisnis yang lebih luas.
Kontroversi Stablecoin dan Persaingan Industri
RUU Clarity memicu perdebatan besar karena mengatur imbal hasil dari stablecoin. Fitur ini memungkinkan platform kripto memberikan reward kepada pengguna yang menyimpan aset digital mereka. Namun demikian, sektor perbankan menolak ketentuan ini secara keras.
Selain itu, Garlinghouse menilai bank besar ingin mempertahankan status quo. Ia menyoroti bahwa lembaga seperti JPMorgan tidak ingin menghadapi kompetisi langsung dari ekosistem kripto. Sebaliknya, pelaku industri kripto seperti Coinbase justru mendorong regulasi yang lebih jelas untuk mendukung inovasi.
Implikasi Politik dan Arah Regulasi Kripto AS
Perdebatan ini berkembang menjadi isu politik yang lebih luas di Washington. Di satu sisi, pendukung RUU Clarity menilai regulasi ini penting untuk memberikan kepastian hukum. Di sisi lain, kelompok perbankan menilai aturan tersebut dapat mengganggu stabilitas model bisnis tradisional.
Selain itu, beberapa analis pasar memperkirakan peluang pengesahan RUU ini masih belum kuat. Data dari pasar prediksi menunjukkan tingkat persetujuan yang belum meyakinkan. Namun demikian, proses legislasi tetap berjalan dan akan memasuki tahap penting di Senat.
Dengan dinamika tersebut, industri kripto dan sektor perbankan terus berada dalam posisi berlawanan. Ke depan, arah regulasi di Amerika Serikat akan sangat bergantung pada kompromi antara inovasi teknologi dan kepentingan sistem keuangan lama.























