Hariankripto.id – Sam Bankman-Fried (SBF) kembali membuat pernyataan kontroversial dari balik jeruji besi. Kali ini, melalui kuasa hukumnya SBF mengklaim bahwa exchange crypto miliknya “tidak pernah benar-benar bangkrut.”
Pernyataan SBF muncul setelah dokumen pengadilan AS terbaru mengungkap bahwa FTX kini memegang aset senilai $136 miliar. Namun demikian, klaim tersebut langsung menuai badai kritik dari komunitas kripto. Banyak pihak menganggap ini sebagai upaya putus asa untuk menulis ulang sejarah kelam FTX. Terlebih lagi, pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa SBF mungkin mendapatkan grasi presiden, mengikuti jejak CZ Binance yang baru saja mendapat pengampunan dari Donald Trump.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan aset FTX? Apakah benar FTXi tidak pernah bangkrut? Mari kita telusuri faktanya.
Dari Defisit 8Miliar Menjadi Surplus 8 Miliar
Pada dasarnya, transformasi keuangan FTX tergolong fenomenal. Ketika pertama kali mengajukan kebangkrutan pada November 2022, FTX Estate menghadapi kekurangan dana sekitar $8 miliar. Namun sekarang, situasinya berbalik 180 derajat.
Saat ini, portofolio FTX tersebar di berbagai aset kripto, ekuitas, dan cash. Secara spesifik, komposisi asetnya mencakup:
Kepemilikan Ekuitas Perusahaan, yang terdiri dari
- Saham Anthropic senilai $14,3 miliar
- Saham Robinhood senilai $7,6 miliar
- Genesis Digital Assets senilai $1,2 miliar
- Saham SpaceX melalui K5 Global senilai $600 juta
Kepemilikan Kriptokurensi, yang terdiri dari
- 58 juta SOL (Solana) senilai $12,4 miliar
- 890 juta SUI senilai $2,9 miliar
- 205.000 BTC (Bitcoin) senilai $2,3 miliar
- 225,4 juta XRP senilai $600 juta
- 112.600 ETH (Ethereum) senilai $500 juta
Selain itu juga FTX juga memegang 1,7 miliar dalam bentuk cash dan 345 juta dalam stablecoin. Lebih mencengangkannya lagi nilai aset-aset ini melonjak drastis selama bull run 2024-2025.
Faktanya, sekitar 98% kreditor sudah menerima pembayaran 120% dari dana mereka. Bahkan, proyeksi akhir menunjukkan beberapa kreditor bisa mendapatkan hingga 143% dari jumlah kehilangan mereka saat itu. Dengan kata lain, mayoritas pengguna akan menerima lebih banyak dari yang mereka setorkan.
Tim Hukum SBF: “FTX Tidak Pernah Insolvent”
Tim legal Sam Bankman-Fried kini mengajukan argumen yang cukup berani. Mereka mengklaim bahwa FTX tidak pernah benar-benar insolvent (tidak mampu bayar). Lebih jauh lagi, mereka menyatakan bahwa aset customer “tidak pernah meninggalkan platform” dan exchange tersebut tetap solvent berdasarkan “fair-value basis” bahkan selama proses kebangkrutan.
Namun demikian, klaim ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas kripto. Banyak yang melihat ini sebagai upaya memanipulasi narasi untuk membenarkan tindakan masa lalu SBF.
Secara khusus, investigator on-chain yaitu ZachXBT memberikan kritik pedas. Dia menunjukkan bahwa kreditor menerima pembayaran berdasarkan harga November 2022, ketika nilai kripto sedang terpuruk dan bukan berdasarkan harga saat ini yang jauh lebih tinggi.
“Jelas kamu tidak belajar apa-apa dari waktu di penjara,” tulis ZachXBT melalui akun X, merespon SBF memelintir fakta untuk membenarkan tindakannya.
Di sisi lain, pengguna X lainnya mengingatkan bahwa pengadilan kebangkrutan sudah menyetujui recovery sebesar $16,5 miliar.
Mereka bertanya dengan sinis: “Jika FTX tidak bangkrut, kenapa SBF mengajukan kebangkrutan, mengundurkan diri sebagai CEO, dan panik mencari dana darurat di November 2022?”
Pembayaran Kreditor: Berkah atau Kebetulan?
Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa kreditor FTX mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada korban kebangkrutan kripto lainnya. Faktanya, ini merupakan salah satu recovery rate tertinggi dalam sejarah kebangkrutan exchange kriptokurensi.
Namun, keberuntungan ini bukan karena manajemen yang baik. Sebaliknya, ini terjadi karena beberapa faktor eksternal, yaitu:
Pertama, bull run kripto 2024-2025 mendongkrak nilai aset digital FTX secara masif. Kedua, investasi FTX di perusahaan seperti Anthropic dan Robinhood ternyata sangat menguntungkan. Ketiga, tim pengelola kebangkrutan bekerja dengan profesional untuk memaksimalkan recovery.
Dengan demikian, recovery cepat ini lebih merupakan keberuntungan daripada bukti bahwa FTX “tidak pernah bangkrut.” Bahkan, para ahli hukum sekuritas memperingatkan bahwa kekayaan estate yang ada saat ini tidak menghapus tuduhan fraud oleh FTX.
“Recovery ini menunjukkan bagaimana valuasi yang volatile bisa mendistorsi hasil kebangkrutan, tapi ini tidak membebaskan tindak pidana yang terjadi,” kata seorang pengacara sekuritas yang familiar dengan kasus ini.
Apakah SBF Akan Dapat Grasi?
Yang membuat situasi semakin kompleks adalah angle politik yang berkembang saat ini. Baru-baru ini, Donald Trump memberikan grasi kepada founder Binance, Changpeng Zhao (CZ). Akibatnya, spekulasi muncul bahwa Donal Trump mungkin saja mempertimbangkan memberikan grasi kepada SBF.
Namun, banyak investor berpendapat bahwa langkah seperti itu akan sangat merusak kepercayaan publik. Terlebih lagi, kasus SBF melibatkan penipuan yang merugikan jutaan pengguna secara langsung, berbeda dengan kasus compliance yang CZ alami.
Faktanya, mayoritas dari komunitas kripto menolak keras kemungkinan grasi untuk SBF. Mereka berpendapat bahwa memberikan ampunan kepada seseorang yang terbukti melakukan penipuan besar-besaran akan mengirim pesan yang salah ke industri pasar terutama kripto.
“Memang bagus kita dapat lebih dari yang hilang,” kata seorang mantan pengguna FTX di Reddit. “Tapi itu tidak menghapus kekacauan dan malam-malam tanpa tidur yang kami alami.”
FAQ
1. Apakah benar FTX tidak pernah bangkrut?
Tidak, klaim ini menyesatkan. Faktanya, FTX mengajukan kebangkrutan pada November 2022 dengan defisit 8 miliar dan tidak mampu memenuhi withdrawal customer.
2. Berapa persen kreditor FTX yang sudah menerima pembayaran?
Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 98% kreditor FTX sudah menerima pembayaran sebesar 120% dari dana yang mereka kehilangan. Lebih jauh lagi, proyeksi akhir menunjukkan beberapa kreditor bisa mendapatkan hingga 143% dari jumlah awal mereka. Dengan kata lain, mayoritas pengguna akan menerima lebih banyak dari yang mereka depositkan.
3. Mengapa kreditor FTX mendapat lebih dari 100% pengembalian?
Secara sederhana, ini terjadi karena dua faktor utama. Pertama, bull run crypto 2024-2025 meningkatkan nilai aset digital FTX secara drastis. Kedua, investasi FTX di perusahaan seperti Anthropic, Robinhood, dan SpaceX ternyata sangat profitable. Namun perlu dicatat, kreditor menerima pembayaran berdasarkan harga November 2022, bukan harga saat ini yang jauh lebih tinggi.
4. Apa saja aset terbesar yang dimiliki FTX saat ini?
Portfolio FTX saat ini mencakup beberapa aset besar. Pertama, 14,3 miliar dalam saham Anthropic.Kedua,58juta SOL senilai 14,3 miliar. Ketiga, 7,6 miliar dalam saham Robinhood. Selain itu, FTX juga memegang 205.000 BTC ,890 juta SUI ,dan berbagai kriptokurensi lainnya .Secara keseluruhan ,total aset mencapai sekitar 136 miliar.
5. Apakah Sam Bankman-Fried bisa mendapat grasi dari Trump?
Meskipun Trump baru-baru ini memberikan grasi kepada CZ Binance, kemungkinan SBF mendapat perlakuan serupa masih sangat spekulatif. Faktanya, kasus SBF melibatkan fraud langsung yang merugikan customer, berbeda dengan kasus compliance CZ. Lebih jauh lagi, mayoritas komunitas crypto menolak keras ide pemberian grasi kepada SBF, menganggapnya akan merusak kepercayaan publik.
6. Mengapa ZachXBT mengkritik klaim SBF?
ZachXBT, investigator on-chain terkenal, mengkritik keras karena kreditor menerima pembayaran berdasarkan harga November 2022 ketika crypto crash, bukan harga saat ini. Dengan demikian, meskipun aset FTX sekarang bernilai $136 miliar, kreditor tidak mendapat benefit penuh dari kenaikan harga tersebut. Oleh karena itu, klaim bahwa “FTX tidak pernah bangkrut” sangat menyesatkan dan mengabaikan penderitaan yang dialami kreditor.
7. Apa implikasi kasus FTX untuk kebangkrutan crypto lainnya?
Kasus FTX menciptakan preseden penting. Secara khusus, kreditor dari Celsius dan BlockFi kini menggunakan contoh FTX untuk menuntut transparansi aset yang lebih besar dan metode valuasi yang lebih adil. Selain itu, kasus ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana aset crypto seharusnya divaluasi dalam proses kebangkrutan – menggunakan harga saat filing atau saat pembayaran.
8. Apakah ada kemungkinan FTX 2.0 diluncurkan kembali?
Meskipun spekulasi tentang FTX 2.0 muncul di kalangan trader, kemungkinannya sangat kecil dalam waktu dekat. Pertama, reputasi brand FTX sudah hancur total. Kedua, kepercayaan customer tidak mudah dibangun kembali. Ketiga, regulasi yang lebih ketat membuat re-launch exchange dengan sejarah fraud sangat sulit. Namun demikian, dengan aset sebesar $136 miliar, secara teoritis estate FTX memiliki resources untuk memulai platform baru dengan brand yang berbeda.






















