Hariankripto – Sebuah gebrakan besar terjadi di pasar modal Jepang. Progmat, platform token sekuritas (security token) terbesar di Negeri Sakura, mengumumkan migrasi aset tokenized senilai lebih dari $2 miliar dari Corda ke blockchain Avalanche Layer 1. Aset yang dipindahkan mencakup real estate dan obligasi korporasi yang sudah di-tokenisasi.
Proyek ini diberi nama sandi “Project Keystone”. Migrasi dimulai pada musim gugur 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Ini menjadi salah satu perpindahan infrastruktur blockchain terbesar di sektor keuangan teregulasi Asia.
Progmat Kuasai 63% Pasar Token Sekuritas Jepang
Progmat bukan pemain kecil. Platform ini mengelola aset sekitar ¥439,6 miliar dan menguasai 63% volume penerbitan kumulatif di pasar token sekuritas nasional Jepang. Hingga saat ini, Progmat sudah memfasilitasi lebih dari ¥216,9 miliar dalam aset tokenized.
Bagi yang belum familiar, token sekuritas adalah representasi blockchain dari instrumen keuangan teregulasi. Contohnya obligasi, saham real estate, atau ekuitas. Mereka berfungsi seperti sekuritas tradisional, tapi settlement dan transfernya terjadi di blockchain, bukan lewat clearinghouse konvensional.
Pasar token sekuritas Jepang tumbuh pesat. Proyeksi industri memperkirakan sektor ini akan melampaui ¥1,05 triliun (sekitar $7 miliar) pada akhir 2026. Pertumbuhan ini mendorong platform seperti Progmat mencari infrastruktur yang mampu menangani beban kerja institusional di level nasional.
Kenapa Progmat Meninggalkan Corda dan Pilih Avalanche?
Corda, yang dikembangkan R3, selama ini jadi pilihan umum untuk proyek blockchain enterprise di sektor keuangan. Progmat bahkan baru saja menyelesaikan migrasi penuh ke Corda 5 SaaS pada Oktober 2024. Itu migrasi pertama semacam itu di Asia. Tapi kurang dari 18 bulan kemudian, Corda ditinggalkan sepenuhnya.
CEO Progmat Tatsuya Saito menjelaskan alasannya lewat postingan di X:
“Kami memindahkan Progmat ST dari Corda5 ke Avalanche, membuat semua deal ST kompatibel dengan EVM dan secara progresif permissionless.”
EVM adalah singkatan dari Ethereum Virtual Machine. Kompatibilitas EVM berarti smart contract, developer tools, dan protokol DeFi yang pengembangannya untuk Ethereum bisa berinteraksi dengan platform Progmat. Hal inilah yang tidak ada di Corda, dan perpindahan ini membuka token sekuritas teregulasi Progmat ke ekosistem Ethereum yang lebih luas.
Ada tiga faktor teknis yang mendorong keputusan ini. Pertama, arsitektur Avalanche L1 memungkinkan Progmat mengontrol akses validator dan hak deployment kontrak tanpa mematikan chain. Kedua, InterChain Messaging (ICM) memungkinkan aset berpindah antar chain tanpa bergantung pada satu bridge provider. Ketiga, finalitas sub-2-detik membuat transaksi settle hampir instan.
Settlement Cross-Chain dan Koneksi ke Ekosistem Global
Migrasi ini bukan sekadar ganti chain. Progmat juga mengkomersialkan kapabilitas settlement cross-chain untuk pertama kalinya. Kapabilitas pertama adalah Delivery Versus Payment (DvP) antara token sekuritas dan stablecoin. DvP adalah mekanisme settlement standar di mana transfer sekuritas dan pembayarannya terjadi bersamaan. Ini menghilangkan risiko counterparty.
Kapabilitas kedua adalah Payment Versus Payment (PvP) antara stablecoin yang penerbitannya di yurisdiksi hukum berbeda. Ini memungkinkan transaksi cross-border, misalnya antara sistem stablecoin Jepang dan Eropa. Dua proyek internal mendukung pekerjaan ini. Project Trinity menggerakkan settlement DvP menuju deployment komersial. Project Pax membangun infrastruktur stablecoin cross-border dengan institusi di Eropa, Korea Selatan, dan Jepang. Kedua proyek kini bergabung di bawah migrasi Avalanche.
Avalanche sendiri sudah punya rekam jejak kuat di Jepang. TIS Inc., yang memproses sekitar setengah volume kartu kredit Jepang, menjalankan Multi-Token Platform di AvaCloud. Toyota Blockchain Lab mengeksplorasi siklus hidup kendaraan yang programmable di Avalanche. Konami meluncurkan platform NFT dedicated di Avalanche L1.
Ponta, program loyalitas dengan sekitar 100 juta akun pengguna, menerbitkan rewards digital di Avalanche L1 bernama Mugen Chain. Migrasi Progmat memperluas pola ini ke pasar modal dengan skala yang belum pernah terlihat sebelumnya di kawasan Asia.
Kesimpulan
Progmat, platform token sekuritas terbesar Jepang yang menguasai 63% pasar, memindahkan aset tokenized senilai $2 miliar dari Corda ke Avalanche L1. Migrasi ini membuat token sekuritas teregulasi Jepang kompatibel dengan EVM dan terhubung ke ekosistem Ethereum global. Project Keystone mempunyai target selesai pada Juni 2026, menandai pergeseran besar dalam infrastruktur keuangan teregulasi di Asia.























