Hariankripto.id – Sebuah acara yang tak biasa akan berlangsung di Gedung Putih, Washington DC, pada 22 Mei 2025 nanti. Bukan pertemuan diplomatik atau pertemuan elite bisnis, melainkan jamuan makan malam privat yang dihadiri oleh para pemegang memecoin milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Seperti diberitakan oleh Cointelegraph, Donald Trump dikabarkan akan mengundang hingga 220 orang yang membeli memecoin miliknya dalam jumlah besar. Jumlah tamu tersebut belum bisa dipastikan pastinya, namun, ada laporan tentang siapa saja yang menerima undangan.
Nama-nama yang dilaporkan akan menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih antara lain pendiri Synthetix, Kain Warwick, lalu seorang konsultan Vincent Deriu.
Selain mereka, ada juga penasihat World Liberty Financial dengan nama samaran “Ogle,” serta perwakilan startup asal Singapura bernama MemeCore. Bahkan, Vincent Liu, Chief Investment Officer dari perusahaan Taiwan Kronos Research, juga disebut akan hadir.
Namun, jamuan makan malam ini bukannya tanpa kontroversi. Sejak awal, keberadaan memecoin TRUMP sudah menuai kritik dari anggota parlemen AS.
Kekhawatiran utama muncul ketika lebih dari separuh dari 220 wallet yang memenuhi syarat diduga dimiliki oleh warga negara asing, seperti dilaporkan Bloomberg pada 7 Mei 2025 lalu. Beberapa pihak menyebut hal ini sebagai bentuk suap terselubung, apalagi jika memang acara ini benar berlangsung di Gedung Putih.
Kritik itu semakin membesar ketika isu ini mulai memengaruhi pembahasan rancangan undang-undang seputar aset digital, khususnya RUU mengenai regulasi stablecoin dan struktur pasar aset crypto.
Beberapa politisi dari Partai Demokrat bahkan menyatakan akan menolak mendukung legislasi apa pun sebelum ‘Korupsi Crypto milik Trump’ ditangani secara serius.
CEO dari layer-1 blockchain Saga, Rebecca Liao, menyinggung pertemuan para holder token TRUMP di Gedung Putih.
“Partai Demokrat berpikir bahwa ini hanyalah cara resmi untuk melakukan korupsi,” katanya, dikutip dari Cointelegraph.
“Awalnya, RUU ini disusun secara bipartisan dan punya potensi dukungan luas, tapi sekarang malah berubah jadi ajang perang politik antara Partai Demokrat dan kubu Trump,” tambah Liao.
Tak heran jika protes mulai direncanakan menjelang pertemuan. Cabang Partai Demokrat di Arlington, Virginia, mengumumkan bahwa anggotanya akan berkumpul untuk menolak para pejabat di Gedung Putih yang dianggap “memanfaatkan jabatan publik demi keuntungan pribadi.”
Memecoin Sebagai Jalur Bertemu Presiden Trump
Apabila diakumulasikan, total aset dari 220 pemegang memecoin TRUMP dikabarkan senilai $148 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun. Sebuah nilai yang fantastis untuk mendapat kesempatan bertemu dengan seorang presiden.
Acara ini merupakan simbol dari bagaimana dunia crypto, khususnya memecoin, mulai bersinggungan langsung dengna kekuasaan politik tingkat tertinggi di Amerika Serikat.
Kendati demikian, Vincent Liu selaku Chief Investment Officer dari Kronos Research yang akan menghadiri acara tersebut, mengatakan bahwa keputusannya membeli token Trump bukan karena alasan politik.
“Keputusan itu berdasarkan pada momentum awal, relevansi budaya, dan potensi katalis pasar,” ujarnya kepada Cointelegraph.
Ternyata, bukan hanya individu yang berlomba-lomba membeli token TRUMP. Beberapa perusahaan juga mulai ikut meramaikannya.
Misalnya, pada April lalu, Freight Technologies mengumumkan akan menggelontorkan dana sebesar $20 juta untuk berinvestasi di token tersebut. Langkah ini diduga berkaitan dengan keinginan mereka untuk memengaruhi arah kebijakan perdagangan antara Amerika Serikat dan Meksiko, dua negara yang menjadi area utama operasional mereka.
Sementara itu, di bulan Mei, GD Culture Group mengungkapkan rencana untuk memasukkan memecoin TRUMP ke dalam cadangan aset crypto mereka. Nilainya bahkan lebih fantastis, yaitu ditaksir mencapai $300 juta.
Namun, tidak semua pihak melihat ini sebagai perkembangan positif. Rebecca Liao kembali mengkritik keras keterlibatan Trump dan keluarganya di dalam crypto.
“Masalah utamanya adalah potensi benturan kepentingan antara investasi crypto keluarga Trump dan arah kebijakan pemerintah yang makin mendukung dunia crypto,” kata Liao.
“Keluarga Trump secara terang-terangan terlibat dalam investasi crypto dan bahkan sudah memulai proyek mereka sendiri. Ini membuat banyak orang curiga, jangan-jangan kebijakan yang dibuat justru lebih menguntungkan mereka sendiri, bukan demi kepentingan publik atau negara,” tambahnya.
Disclaimer
Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk berinvestasi pada aset manapun. Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan edukasi dan memberikan informasi seputar kripto agar pembaca dapat memperoleh wawasan lebih luas tentang instrumen investasi seperti investasi di kripto. Tetap lakukan riset mandiri atau DYOR (Do Your Own Research) sebelum melakukan investasi.























