HarianKripto.id – Situasi pasar crypto sedang tak menentu saat ini, terutama pada mayoritas top ten di kapitalisasi pasar versi CoinMarketCap berada di zona merah. Situasi ini mengundang peringatan yang cukup mengejutkan dari Analis Senior di Bloomberg, Mike McGlone.
Dalam wawancara eksklusif bersama Cointelegraph, Mike McGlone memberi peringatan bahwa Bitcoin (BTC) bisa saja melemah hingga ke level 10.000 USD. Hal ini dikarenakan bagian dari fase reset besar-besaran di sektor keuangan dunia.
Dalam informasi di CoinMarketCap pada Rabu (9/4/2025) pukul 18:30 WIB, Bitcoin berada di angka 76.345 USD. Nilai tersebut mengalami penurunan 3,67 persen dalam 24 jam terakhir dan 10,14 persen selama tujuh hari.
McGlone menilai kondisi pasar ini sedang mengalami tekanan berat. Menurutnya, efek dari perang dagang yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi salah satu penyebabnya.
Situasi tersebut juga menyebabkan aksi jual besar-besaran yang terus terjadi di pasar modal. Imbasnya juga terasa di dunia crypto yang rata-rata berada di zona merah, terutama top ten di kapitalisasi pasar.
McGlone menyoroti bahwa spekulasi berlebihan dan valuasi yang terlalu tinggi di ruang aset digital menjadi pemicu utama potensi koreksi tajam.
“Lihat saja Dogecoin. Valuasinya masih di angka sekitar 20 juta USD. Padahal, secara fundamental, nilainya harusnya nol. Dunia crypto butuh dibersihkan sama seperti yang terjadi saat gelembung dot-com meledak dulu,” ucap McGlone.
McGlone juga menambahkan bahwa narasi Bitcoin sebagai emas digital kini sedang diuji.
“Banyak orang yang beli ETF Bitcoin merasa mereka sedang membeli versi digital dari emas, Tapi yang sebenarnya mereka beli adalah aset dengan volatilitas tinggi dan leverage besar. Dan sekarang, mereka baru sadar betapa risikonya tinggi,” katanya.
Kendati kondisi ekonomi sedang penuh tantangan, bukan berarti semuanya suram. McGlone percaya bahwa investor tetap bisa menemukan celah positif di tengah badai.
McGlone juga menegaskan bahwa pemulihan kali ini tidak akan semudah atau secepat yang terjadi setelah krisis COVID-19. Tidak akan ada rebound berbentuk ‘V’ yang instan.
Di samping itu, dia juga menyoroti kondisi pasar saham Amerika Serikat yang kini dianggap sudah melampau tinggi. Dahulu, rasio nilai pasar saham terhadap PBD AS sekitar 1,5 kali, tetapi kini rasionya melonjak ke 2,2 kali.
“Pasar ini sudah terlalu tinggi. Dan ketika sesuatu naik yang terlalu tinggi, yang logis adalah koreksi akan datang cepat atau lambat,” imbuhnya.
Menurut kalian, apakah Bitcoin akan menyentuh angka 10.000 USD lagi?






















