HarianKripto.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada pembukaan perdagangan perdana usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). IHSG anjlok hingga 7,90 persen dan berada di posisi 5.996.
Kondisi tersebut sempat membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt atau penghentian perdagangan saham sementara. Pun ketika di buka kembali juga masih menunjukkan berada di zona merah.
Situasi ini tak bisa dilepas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang kebijakan tarif impor ke negaranya. Indonesia menerima tarif timbal balik sebesar 32 persen jika impor ke AS.
Penurunan IHSG sering kali menjadi momok menakutkan bagi para investor, terutama yang terjun di dunia saham. Portofolio merah sering kali membuat mood menjadi berantakan.
Kendati demikian, kami mencoba merangkum apa yang perlu dilakukan investor ketika IHSG tidak baik-baik saja. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan investor menyikapi penurunan IHSG pada hari ini.
- Evaluasi Kembali Portofolio
Situasi ini bisa kamu manfaatkan untuk melakukan evaluasi portofolio saham yang kamu miliki. Kamu bisa cek kembali fundamental serta laporan keuangannya.

Seandainya masih bagus untuk dipertahankan, coba lah jangan buru-buru menjualnya. Turunnya indeks belum berarti semua saham mengalami pelemahan.
Kamu bisa juga cek kembali fundamental saham-saham yang tetap hijau ketika IHSG rontok. Siapa tahu, mereka mempunyai fundamental yang kuat untuk menghadapi kondisi saat ini.
- Siapkan Dana Beli Harga Diskon
Salah satu yang paling menggiurkan adalah mengetahui harga saham dengan fundamental bagus dengan harga murah. Hal ini tentu bisa dimanfaatkan bagi investor untuk meraup untung lebih.
Jadi investor bisa gunakan kesempatan ini untuk akumulasi saham-saham berfundamental kuat. Biasanya banyak dilakukan oleh investor saat pasar mengalami penurunan.
- Fokus pada Investasi Jangka Panjang
Pasar saham sejatinya memang fluktuatif dalam jangka pendek. Apabila dilihat, range harga dalam satu minggu biasanya mengalami naik dan turun.
Akan tetapi jika ditinjau dalam satu tahun, biasanya mengalami kenaikan signifikan. Kamu bisa mneggunakan fokusmu untuk investasi jangka panjang.
Tentu tidak rugi, karena biasanya akan ada pembagian deviden yang tetap membuatmu untung apabila investasi di saham. Ada beberapa perusahaan yang menawarkan lebih dari satu kali pembagian deviden di setiap tahunnya.
- Pantau Berita Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
Untuk mengetahui situasi pasar, kamu perlu mengikuti pemberitaan dan sumber informasi lainnya demi menambah wawasan tentang situasi yang terjadi. Coba mulai perhatikan faktor makro seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan pemerintah tentang penurunan IHSG.
Sejumlah faktor di atas bisa membuat kamu memprediksi bagaimana arah pasar ke depannya. Tentunya, Anda perlu mencari sumber informasi yang terpercaya ya.
- Konsultasi dengan Analis atau Manajer Investasi
Apabila Anda ragu-ragu dalam mengambil keputusan ketika penurunan IHSG saat ini, coba lah untuk meminta pendapat dari analis atau manajer investasi. Hal ini bisa membuatmu menambah second opinion untuk memgambil tindakan.























