Hariankripto.id – Platform trading raksasa bernilai $111 miliar ini sedang mempertimbangkan untuk membuat stablecoin sendiri agar pengguna bisa deposit kapan saja.
Interactive Brokers, salah satu platform trading terbesar di Amerika Serikat dengan nilai pasar $111 miliar, kini sedang menjajaki kemungkinan untuk mengeluarkan stablecoin sendiri. Tujuannya sederhana: memudahkan pengguna melakukan deposit kripto ke akun mereka kapan saja, bahkan di luar jam kerja bank biasa.
Kabar ini datang dari laporan Reuters yang menyebutkan bahwa perusahaan ingin memperluas layanan keuangan digitalnya. Timing-nya juga pas, mengingat industri kripto di Amerika Serikat mulai mendapat kejelasan regulasi, termasuk dengan ditandatanganinya undang-undang GENIUS Act oleh Presiden Trump.
Sebenarnya, Interactive Brokers sudah memungkinkan trading kripto melalui kerja sama dengan Paxos dan Zero Hash. Tapi dengan memiliki stablecoin sendiri, mereka bisa memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna.
Mengikuti Jejak Pesaing
Langkah ini sebenarnya mengikuti jejak pesaing seperti Robinhood yang baru saja meluncurkan USDG, sebuah koin yang nilainya terikat dengan dolar Amerika. Stablecoin sendiri adalah mata uang digital yang nilainya stabil karena didukung oleh mata uang biasa seperti dolar.
Thomas Peterffy, Ketua Interactive Brokers, memang mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang mengerjakan berbagai pilihan, meski belum ada keputusan final. “Tujuan utama kami adalah memungkinkan pendanaan stablecoin 24 jam untuk akun trading,” jelasnya.
Menariknya, Peterffy juga mengatakan bahwa Interactive Brokers mungkin akan mendukung stablecoin dari perusahaan lain, asalkan penerbitnya terpercaya. Ini bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan dalam mengelola akun trading mereka.
Meski begitu, Peterffy mengaku masih skeptis dengan nilai dasar kripto secara keseluruhan. Dia tetap berhati-hati soal adopsi massal, tapi mengakui potensinya jika banyak orang mulai memberikan nilai stablecoin.
Respons Pasar dan Kinerja Saham Interactive Brokers
Saham Interactive Brokers (IBKR) tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan setelah kabar ini, nilainya turun 0,29% dan diperdagangkan di sekitar $65,39. Tapi jika dilihat sepanjang tahun ini, sahamnya sudah naik 46,86%.
Interactive Brokers memang masuk tiga besar platform trading di Amerika Serikat dan terus menambah layanan baru. Baru-baru ini mereka meluncurkan ForecastEx, semacam pasar prediksi untuk berbagai peristiwa.

Perusahaan ini bukan yang pertama dari kalangan institusi keuangan tradisional yang mulai merambah stablecoin. PayPal juga baru saja meluncurkan pembayaran kripto untuk pedagang di Amerika Serikat, mendukung lebih dari 100 jenis koin dengan biaya lebih murah.
Rencana Interactive Brokers ini menunjukkan tren yang semakin jelas dan institusi keuangan besar mulai serius mengadopsi teknologi blockchain dan kripto, terutama stablecoin. Dengan regulasi yang makin jelas dan dukungan pemerintah, pasar stablecoin kemungkinan akan terus berkembang.
Jika berhasil diluncurkan, stablecoin Interactive Brokers bisa jadi terobosan baru dalam industri, terutama untuk memberikan solusi pendanaan yang lebih mudah dan bisa diakses kapan saja. Tapi tentu saja, kesuksesannya akan tergantung pada persetujuan regulator dan seberapa banyak pengguna yang mau mengadopsinya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.






















