Hariankripto – Pasar Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah investor menarik dana besar dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat. Arus keluar dana mencapai 462,73 juta dolar AS atau sekitar Rp7 triliun sepanjang minggu ini, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang mencatat hampir 1 miliar dolar AS dana masuk.
Perubahan sentimen tersebut muncul ketika Bitcoin mulai kehilangan momentum setelah mencatat kenaikan sepanjang Agustus. Investor mengambil keuntungan setelah reli harga, sementara kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat membuat sebagian pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
🚨BIGGEST ETF EXIT IN 10 WEEKS🚨
— cryptothedoggy (@cryptothedoggy) September 12, 2026
US Bitcoin ETFs have recorded the massive $462.73 million in net outflows this week.
– Largest weekly outflow in 10 weeks
– Institutional selling pressure rises
– A key sentiment signal for Bitcoin
Smart money is getting cautious. pic.twitter.com/D9EAsyaRNG
Kondisi ini membuat perhatian pasar kini tertuju pada dua faktor utama, yaitu pergerakan aliran dana ETF Bitcoin dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 16 September. Kedua faktor tersebut dapat menentukan arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan Bitcoin memasuki awal pekan dengan tekanan jual yang cukup kuat. Harga BTC turun dari level tertinggi 81.427 dolar AS setelah reli Agustus mulai kehilangan tenaga. Saat ini, Bitcoin bergerak di sekitar 77.347 dolar AS setelah sempat menyentuh area 76.000 dolar AS.
Berdasarkan data Farside Investor, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat total arus keluar bersih sebesar 462,73 juta dolar AS pada periode 8–11 September. Aktivitas penarikan dana mulai terlihat pada 8 September dengan nilai 46,6 juta dolar AS.
Tekanan kemudian meningkat pada 9 September ketika investor kembali menarik 120,2 juta dolar AS. Puncaknya terjadi pada 10 September dengan arus keluar mencapai 282,6 juta dolar AS. Angka tersebut menjadi penarikan dana harian terbesar sejak Juli dan menunjukkan perubahan perilaku investor institusional.
Namun, tekanan jual tidak terjadi secara merata pada seluruh produk ETF Bitcoin. ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) mencatat penurunan terbesar dengan arus keluar sekitar 164,3 juta dolar AS dalam satu hari.
Selain ARKB, beberapa produk besar lain juga mengalami pelemahan. Fidelity kehilangan sekitar 435 Bitcoin, Grayscale berkurang sekitar 354 Bitcoin, sedangkan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock masih mencatat arus masuk sekitar 904 Bitcoin dalam tujuh hari terakhir.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor masih mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin. Arus keluar ETF lebih menggambarkan aksi penyesuaian portofolio menjelang keputusan ekonomi penting, bukan tanda bahwa seluruh investor institusional meninggalkan pasar kripto.
Selain aktivitas ETF, kondisi ekonomi Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan Bitcoin. Data terbaru menunjukkan Core Consumer Price Index (Core CPI) berada pada level terendah dalam lima tahun terakhir, yaitu 2,4 persen.
Penurunan inflasi memberikan sinyal positif bagi pasar karena tekanan harga mulai mereda. Meski demikian, investor masih menunggu langkah The Fed karena kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap arus modal global.
Pasar saat ini memperkirakan peluang perubahan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 87 persen. Jika The Fed mengambil kebijakan yang lebih ketat, investor dapat kembali mengurangi aset berisiko seperti Bitcoin.
Sebaliknya, kebijakan yang lebih mendukung likuiditas pasar dapat membuka peluang pemulihan harga BTC. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kembali permintaan terhadap produk investasi berbasis Bitcoin.
Tekanan pasar juga terlihat pada aset kripto lain. ETF Ether mengalami arus keluar sekitar 29,8 juta dolar AS, sementara produk investasi Solana mencatat penarikan sekitar 483 ribu dolar AS.
Pergerakan Bitcoin berikutnya akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level teknikal penting. Trader kini memperhatikan area 79.500 dolar AS sebagai batas utama untuk melihat peluang pemulihan tren.
Jika Bitcoin mampu menutup perdagangan harian di atas level tersebut, pasar dapat melihat peluang kenaikan baru. Kondisi ini dapat memperbaiki sentimen setelah tekanan akibat arus keluar ETF.
Namun, risiko koreksi masih terbuka apabila tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah 76.000 dolar AS dapat membawa Bitcoin menuju indikator teknikal 200-day Exponential Moving Average (EMA) di sekitar 72.858 dolar AS.
Apabila harga gagal bertahan di area tersebut, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi lebih dalam menuju 70.000 dolar AS. Oleh karena itu, trader perlu memperhatikan kombinasi antara volume perdagangan, aliran dana ETF, dan keputusan The Fed.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.