Hariankripto – Vietnam memasuki babak baru dalam pengawasan industri kripto. Negara dengan sekitar 17 juta pengguna aset digital itu mulai menerapkan aturan yang jauh lebih ketat untuk bursa kripto di Negeri Naga Biru tersebut.
Mulai 1 September, pemerintah Vietnam memberlakukan ketentuan baru terkait pelanggaran di pasar aset kripto. Aturan tersebut juga membawa standar tinggi bagi perusahaan yang ingin menjalankan bursa.
🇻🇳 Le Vietnam renforcera sa réglementation crypto le 1er septembre, mais aucune plateforme d’échange n’est encore agréée.
— Journal du Coin (@LeJournalDuCoin) August 30, 2026
➡️ Cinq candidats ont franchi une première étape et devront notamment satisfaire aux exigences de sécurité informatique et disposer d’au moins 10 000… pic.twitter.com/byR90pC84L
Salah satu syarat terberat datang dari modal minimum. Calon operator harus memiliki modal sedikitnya VND 10 triliun atau sekitar US$383 juta.
Besarnya modal itu membuat persaingan menyempit. Sejauh ini, lima perusahaan berhasil melewati tahap awal penilaian. Namun, tidak satu pun berasal dari perusahaan yang sejak awal fokus pada bisnis kripto.
Menurut VietnamPlus, lima perusahaan telah melewati penilaian awal untuk mengoperasikan bursa aset kripto.
Komposisinya memperlihatkan arah pasar yang mulai berubah. Tiga perusahaan memiliki hubungan dengan perbankan. Satu perusahaan bergerak sebagai broker saham. Sementara itu, satu perusahaan lainnya berasal dari kelompok konglomerasi besar.
🇻🇳 Vietnam is putting a $383 MILLION price tag on entering its crypto market.
— AlphaWire (@AlphaWireHQ) August 30, 2026
Despite ranking #1 globally for crypto adoption, the country’s new exchange requirements could leave the industry dominated by traditional finance.
So far, just 5 companies have cleared the initial… pic.twitter.com/PycliFyLpI
Tidak ada perusahaan crypto-native dalam daftar tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan keuangan tradisional memiliki posisi awal yang lebih kuat. Mereka memiliki modal, infrastruktur, dan pengalaman menghadapi regulasi keuangan.
Sebaliknya, perusahaan kripto yang lebih kecil menghadapi hambatan jauh lebih besar.
Pemerintah Vietnam meminta setiap calon operator memiliki modal minimal VND 10 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$383 juta. Syarat itu membuat bisnis bursa kripto tidak lagi mudah dimasuki perusahaan baru. Bahkan, banyak perusahaan teknologi kripto dapat kesulitan memenuhi angka tersebut tanpa dukungan investor besar.
Namun, modal bukan satu-satunya syarat. Setelah melewati tahap pertama, lima perusahaan tersebut juga harus memenuhi standar keamanan sistem informasi Level 4. Standar ini menuntut sistem dengan perlindungan tinggi karena platform akan mengelola transaksi dan aset milik pengguna.
Dengan demikian, pemerintah Vietnam tidak hanya menilai kekuatan finansial. Pemerintah juga menilai kemampuan perusahaan menjaga sistem dan data pengguna.
Vietnam belum menerbitkan lisensi pertama untuk bursa aset kripto. Namun, mekanisme transisi sudah tersedia dalam program uji coba yang berlaku saat ini.
Setelah Kementerian Keuangan menerbitkan lisensi pertama, investor domestik akan mendapat waktu enam bulan untuk berpindah ke platform berlisensi. Selama masa itu, pengguna dapat menyesuaikan aktivitas perdagangan mereka dengan struktur baru.
Setelah enam bulan berakhir, pemerintah akan mengharuskan investor domestik menggunakan platform yang memiliki izin. Perubahan tersebut dapat memindahkan sebagian besar aktivitas kripto Vietnam ke sejumlah kecil perusahaan yang memenuhi persyaratan pemerintah.
Aturan baru juga membawa konsekuensi bagi pengguna yang tetap memakai platform tanpa izin. Investor yang berdagang melalui platform tanpa lisensi dapat menghadapi denda antara VND 30 juta hingga VND 50 juta.
Nilainya setara dengan sekitar US$1.140 hingga US$1.900. Ancaman denda memberi tekanan langsung kepada pengguna agar berpindah ke bursa resmi setelah masa transisi selesai.
Pada saat yang sama, aturan ini memberi keuntungan besar kepada perusahaan yang memperoleh lisensi lebih awal. Mereka berpotensi menerima arus pengguna dari pasar domestik dalam jumlah besar. Vietnam memiliki sekitar 17 juta pengguna kripto. Karena itu, perubahan jalur perdagangan dapat mengubah struktur industri aset digital negara tersebut secara signifikan.
Komposisi lima calon operator memunculkan sorotan tersendiri. Tiga perusahaan memiliki hubungan dengan bank. Selain itu, satu broker saham dan satu konglomerasi besar melengkapi daftar tersebut.
Struktur itu memperlihatkan dominasi institusi keuangan dan perusahaan dengan modal besar pada tahap awal. Persyaratan modal US$383 juta ikut memperkuat posisi mereka. Bank dan konglomerasi biasanya memiliki akses modal yang lebih besar dibanding startup kripto.
Akibatnya, regulasi dapat menciptakan pasar dengan jumlah pemain yang terbatas. Namun, pemerintah tampaknya memilih pendekatan yang menekankan kontrol, modal kuat, serta keamanan sistem dibanding pertumbuhan operator secara cepat.
Langkah Vietnam berbeda dari larangan total terhadap perdagangan kripto. Bitcoin Professor menilai kebijakan tersebut bukan bentuk pelarangan kripto. Menurutnya, Vietnam sedang membangun pasar kripto teregulasi dari dasar.
🇻🇳 Vietnam is officially tightening the rules around crypto.
— Bitcoin professor (@Bitcoinprof0637) August 30, 2026
New regulations take effect September 1 — yet the country still has ZERO licensed crypto exchanges.
Five firms have passed the first assessment, but they’ll need Level 4 cybersecurity and at least $383M in capital to… pic.twitter.com/Pdz1ulMeMY
Pendekatan itu terlihat dari mekanisme lisensi, standar keamanan, serta masa transisi bagi investor. Dengan kata lain, pemerintah tidak menutup pasar. Pemerintah justru membawa aktivitas yang sebelumnya tersebar ke dalam sistem dengan pengawasan lebih ketat.
Model tersebut juga dapat membuat bank dan perusahaan keuangan tradisional memainkan peran lebih besar dalam industri kripto Vietnam.
Vietnam sebelumnya mendapat perhatian besar karena tingkat adopsi kriptonya yang tinggi. Basis pengguna yang mencapai sekitar 17 juta orang membuat negara tersebut menjadi salah satu pasar aset digital terbesar di kawasan.
Kini, fokus pemerintah mulai bergeser dari adopsi menuju pengawasan. Persyaratan modal besar dapat mengurangi jumlah operator. Sementara itu, aturan keamanan dapat menaikkan biaya masuk bagi perusahaan baru.
Di sisi lain, struktur tersebut dapat menciptakan pasar yang lebih terpusat pada institusi besar. Karena itu, lisensi pertama akan menjadi titik penting bagi industri kripto Vietnam. Dari sana, pasar dapat melihat siapa yang menguasai jalur perdagangan resmi dan bagaimana investor merespons aturan baru.
Vietnam kini tidak sekadar mengatur kripto. Negara tersebut sedang menentukan bentuk pasar aset digitalnya untuk beberapa tahun ke depan.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.