Hariankripto.id – Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat (24/10/2025), meskipun pemerintah AS sedang mengalami shutdown.
Investor kripto khawatir hasil CPI ini bisa memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah pasar. Mereka khawatir akan ada penurunan besar di pasar kripto.
Perkiraan Rilis CPI AS dan Dampaknya pada Pasar Kripto
Ekonom memperkirakan bahwa CPI bulanan akan naik 0,4%, sama seperti yang tercatat pada bulan Agustus. Jika proyeksi ini benar, inflasi tahunan CPI akan mencapai 3,1%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2,9% bulan lalu.
Selain itu, CPI inti, yang tidak memperhitungkan harga energi dan makanan, diperkirakan akan naik 0,3%, menjaga inflasi inti tahunan di angka 3,1% di AS.
Nick Timiraos dari Wall Street Journal melaporkan bahwa perkiraan median dari 18 raksasa Wall Street menunjukkan CPI inti akan naik 0,30%. Perkiraan median untuk headline CPI adalah 0,39%, yang setara dengan 3,1% YoY.
For September, the median of 18 forecasts estimates a 0.30% rise in the core CPI (the low is 0.22%, and the high is 0.36%).
— Nick Timiraos (@NickTimiraos) October 22, 2025
The median forecast has 0.39% rise in the headline CPI (the low is 0.32% and the high is 0.49%).
That would leave both the 12-month measures at 3.1%. pic.twitter.com/sHS4pnJrib
Beberapa bank besar, seperti Barclays, BNP Paribas, dan Citigroup, memperkirakan CPI inti akan lebih dari 0,40%. JPMorgan memperkirakan headline CPI dan CPI inti masing-masing akan naik 0,30% dan 0,39%.
Potensi Dampak terhadap Pasar Kripto Menjelang Keputusan Suku Bunga Fed
Jika data CPI lebih rendah dari ekspektasi, maka dapat memperkuat harapan akan pemangkasan suku bunga oleh Fed AS. Dalam skenario ini, harga Bitcoin (BTC) dapat kembali naik ke kisaran $112K-$115K, bahkan bisa mencapai $120K.
Namun, jika hasil CPI sesuai dengan proyeksi para ekonom dan inflasi tetap tinggi, harga Bitcoin kemungkinan akan terkonsolidasi antara $106K-$110K. Pasar kripto mungkin akan menghadapi penurunan lebih lanjut jika tekanan jual berlanjut dan investor mulai fokus pada keputusan Fed.
Jika angka CPI lebih tinggi dari yang perkiraan, harga Bitcoin bisa kembali turun ke kisaran $102K-$104K, yang bisa memicu penurunan pasar kripto secara keseluruhan.
Prediksi Ahli Pada Pasar Kripto: Waspada Terjadinya Volatilitas Tinggi
Berdasarkan laporan dari 10x Research, para trader dan investor kripto harus siap menghadapi volatilitas jangka pendek pada Bitcoin dan Ethereum. Saat ini, Skew berada di titik bearish setelah likuidasi besar-besaran pada awal hingga pertengahan Oktober. Volatilitas harga Bitcoin (BTC) masih mungkin terjadi, dengan beberapa investor menjaga nilai lindung dari BTC.
Sementara itu, Ethereum (ETH) telah turun di bawah harga realisasinya, sehingga membeli opsi ETH menjadi lebih murah.10x Research merekomendasikan posisi short untuk BTC dan posisi long untuk ETH, mengingat kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
Pergerakan Harga Bitcoin dan Dampaknya bagi Pemegang Jangka Pendek dan Panjang
Analis Ali Martinez menjelaskan bahwa ketika Bitcoin jatuh di bawah harga yang terealisasi oleh pemegang jangka pendek (STH), harga cenderung turun lebih jauh lagi hingga mencapai harga yang terealisasi oleh pemegang jangka panjang (LTH).
Saat ini, harga terealisasi oleh LTH berada di $37.000. Dengan demikian, harga Bitcoin mungkin akan terus turun sebelum akhirnya mencapai titik stabil dan mulai pulih.





















