Hariankripto.id – Bos MicroStrategy mengatakan Bitcoin bahkan lebih unggul daripada emas karena Bitcoin (BTC) tidak terpengaruh dengan biaya pajak impor
Michael Saylor, pendiri dan pimpinan Strategy, kembali berbicara soal keunggulan Bitcoin daripada emas. Kali ini Michael Saylor mengatakan kalau ada isu tarif atau pajak impor emas dari Amerika, memungkinkan investor akan ramai-ramai pindah ke Bitcoin.
Menurut Saylor, Bitcoin punya keunggulan besar karena bentuknya digital. Berbeda sama emas yang bentuknya fisik dan Bitcoin tidak bisa kena pajak impor karena “hidup di dunia maya.” Ini menjadikan daya tarik utama buat investor, terutama yang institusi keuangan atau perusahan investasi besar.
Bitcoin Lebih Praktis dari Emas
Dalam wawancara dengan Bloomberg, Saylor menjelaskan kenapa Bitcoin lebih unggul. Menurutnya, Bitcoin tidak punya berat dan transaksinya bisa selesai dalam hitungan menit ke mana aja. Sementara emas terlalu berat dan lambat buat zaman sekarang.
“Emas itu berat dan lambat, Bitcoin ringan dan cepat,” begitu kurang lebih penjelasan dari Saylor. Saylor yakin isu tarif emas ini bakal jadi pengingat buat semua orang kenapa Bitcoin sebagai “Emas digital” lebih baik dari Emas asli.
Prediksi Saylor ini mendapat dukungan oleh Peter Brandt, trader terkenal yang mengatakan bahwa Bitcoin bakal menjadi penyimpanan nilai terbaik, bukan emas. Ada juga Simon Gerovich dari Metaplanet yang setuju kalau emas itu “berat, lambat, dan politis,” sementara Bitcoin “ringan, cepat, dan bebas.”
This is the purchasing power of the U.S. Dollar
— Peter Brandt (@PeterLBrandt) August 8, 2025
This is the ultimate chart pattern for all fiat currencies
Some think Gold is a great store of value (preserving its purchasing power) – and it is
But the ultimate store of value will prove to be Bitcoin $BTC pic.twitter.com/4rdar3TRtT
Perusahaan Jepang Beli Bitcoin Rp 850 Miliar
Metaplanet, perusahaan asal Jepang, baru saja membeli Bitcoin senilai 53,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 850 miliar. Pembelian ini membuat total Bitcoin mereka menjadi 17.595 keping dengan nilai sekitar 1,78 miliar dolar AS.
Langkah Metaplanet ini sama seperti Strategy yang sudah lebih dulu memakai Bitcoin sebagai cadangan perusahaannya. Kedua perusahaan ini menjadikan contoh kalau perusahaan besar mulai serius melirik Bitcoin sebagai alternatif investasi.
Meski ada prediksi pergerakan modal besar-besaran ini, harga Bitcoin hari ini masih bergerak datar. Hanya naik sedikit 0,2 persen dalam 24 jam terakhir. Sebaliknya, harga Emas futures malah naik ke rekor tertinggi setelah ada kabar soal kemungkinan pajak impor emas.
Saylor optimis isu tarif emas ini bakal jadi pemicu gelombang adopsi Bitcoin yang baru dari perusahaan-perusahaan besar. Keunggulan Bitcoin lainnya, bahwa Bitcoin (BTC) tidak bisa dibatasi secara fisik dan membuat institusi keuangan besar mencari instrumen penyimpan nilai yang efisien secara global.
Dengan semakin banyak perusahaan besar mulai menyimpan Bitcoin, prediksi perpindahan modal dari Emas ke Bitcoin mungkin bukan sekedar wacana. Momentum ini bisa memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai digital yang sah di mata investor besar, khususnya bagi institusi keuangan besar dan perusahaan investasi besar.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.




















