Hariankripto – CoinDCX membantah dugaan peretasan baru setelah laporan transfer sekitar 15,99 juta USDT memicu kekhawatiran. Bursa kripto India itu menyebut transaksi tersebut melibatkan alamat dompet lama yang mengalami peretasan pada Juli 2025.
Users’ funds are safe. ✅ Claims circulating on X regarding certain wallet addresses and transactions are misleading. The transactions mentioned in recent claims involve old wallet addresses created in January 2025. These addresses were compromised in July 2025 and have not been used by CoinDCX since. The activity now being reported relates to these old addresses and does not have any connection with CoinDCX. Trading & investing continue as usual. For updates, trust only official CoinDCX channels. For any queries, reach out to @CoinDCX_Cares
— CoinDCX (@CoinDCX) October 22, 2026
Namun, penyelidik blockchain ZachXBT mempertanyakan penjelasan tersebut. Ia menyoroti dugaan penggunaan salah satu alamat deposit setelah insiden lama. Perbedaan klaim ini membuka pertanyaan mengenai status alamat dan asal dana, sementara dugaan pencurian terbaru belum mendapat konfirmasi resmi.
Darcy, kepala pemasaran perusahaan keamanan Salus, melaporkan aktivitas mencurigakan pada 21 Oktober pukul 23.35.54 UTC+8. Menurut kronologinya, dompet yang memiliki label CoinDCX mengirim sekitar 15,99 juta USDT dan 5.783,81 TRX ke satu alamat TRON.
Alamat tujuan tersebut ialah TAg6SZ1HhgVVjUaKY1paQoFBUS2JFrg5bT. Transfer tunggal terbesar mencapai 15.819.002 USDT.
Selanjutnya, alamat penerima mengirim dana ke beberapa alamat lain. Setelah melewati sejumlah pemecahan transaksi, dana mengalir ke alamat deposit Binance, OKX, Gate, dan bursa lainnya.
Alur transaksi itu menjadi dasar kecurigaan Darcy. Meski demikian, label historis pada dompet belum membuktikan siapa yang mengendalikannya saat transfer berlangsung. Kedatangan dana ke alamat deposit bursa juga tidak menunjukkan keterlibatan bursa tersebut dalam dugaan pencurian.
Menanggapi laporan tersebut, salah satu pendiri CoinDCX, Sumit Gupta, menjelaskan bahwa alamat dengan label Arkham itu dahulu milik CoinDCX. Bursa membuat alamat tersebut pada Januari 2025, lalu peretas membobolnya dalam insiden Juli 2025.
Insiden lama itu menimbulkan kerugian sekitar USD 44 juta. Menurut Gupta, CoinDCX berhenti menggunakan alamat terkait setelah peretasan tersebut.
Thanks for highlighting but this is incorrect and CoinDCX wallets are not breached. Pls don’t spread rumours. The addresses tagged by Arkham used to belong to CoinDCX before the last year hack ie July 2025. These addresses were generated in Jan 2025 and were compromised in the previous hack in July 2025. The hackers seem to be re-using the old wallet addresses and this sounds like a false alarm. We have checked all the present CoinDCX central and user addresses. None of them have sent money to these old addresses. All the CoinDCX addresses are public and can be seen on our POR link. None of these have sent funds to the above addresses in question and none of the CoinDCX funds got compromised. Will keep you posted if any new info comes to us as the team is investigating it further. More details to follow from the official CoinDCX handles soon.
— Sumit Gupta (@smtgpt) October 22, 2026
Gupta menduga peretas kembali menggunakan alamat lama sehingga aktivitas terbaru memicu alarm palsu. Ia menyatakan tim telah memeriksa seluruh alamat operasional dan pengguna yang saat ini berada dalam pengelolaan CoinDCX. Pemeriksaan itu, menurutnya, tidak menemukan pengiriman dana dari alamat aktif ke alamat lama terkait.
Selain itu, Gupta mengarahkan publik ke halaman bukti cadangan atau proof of reserves CoinDCX untuk melihat alamat yang bursa publikasikan. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak mengganggu dana CoinDCX.
Dalam pernyataan terpisah, perusahaan memastikan aset pelanggan tetap aman dan layanan perdagangan berjalan normal. Meski membantah peretasan baru, Gupta menyebut tim masih melanjutkan penyelidikan.
Di sisi lain, ZachXBT menantang klaim bahwa CoinDCX tidak lagi menggunakan alamat terkait sejak Juli 2025. Ia menyebut penyedia likuiditas masih menggunakan alamat deposit dengan awalan TQKJQ selama sekitar 10 bulan setelah insiden tersebut.
Menurut ZachXBT, alamat itu menghimpun deposit pengguna dan mengirimnya ke dompet operasional publik CoinDCX yang sekarang. Ia juga menyoroti penerimaan dana untuk biaya transaksi atau gas pada April dan Mei 2026.
Berdasarkan temuannya, ZachXBT menuding tim CoinDCX gagal mempertanggungjawabkan sekitar USD 15,8 juta deposit pengguna. Tuduhan ini belum membuktikan adanya kerugian baru, tetapi langsung menyasar penjelasan bursa mengenai penghentian penggunaan alamat lama.
Persoalan utamanya kini mencakup siapa yang mengendalikan alamat tersebut, asal dana yang masuk, serta hubungan penyedia likuiditas dengan CoinDCX. Catatan transaksi dapat menunjukkan pergerakan aset, tetapi penetapan tanggung jawab membutuhkan bukti tambahan.
Bagi pengguna dan trader, status layanan normal perlu pembacaan terpisah dari sengketa asal dana. CoinDCX menyatakan operasional tetap aman, sementara ZachXBT meminta penjelasan atas aktivitas alamat deposit. Bukti transaksi dan hasil investigasi lanjutan akan menentukan apakah kasus ini hanya melibatkan dompet lama atau mengungkap persoalan pengelolaan deposit.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.