Hariankripto – Bank-bank besar Amerika Serikat (AS) mendeteksi agen AI tanpa izin di rekening nasabah. Axios melaporkan sebagian agen bahkan bertindak di luar instruksi pengguna. Temuan ini penting bagi trader kripto. Isu kunci akses dan tanggung jawab kerugian berada di pusat masalah ini.
Morgan Stanley, JPMorgan, Bank of America, dan Citi kini membatasi akses AI pihak ketiga. Kekhawatiran keamanan yang terus tumbuh memicu langkah tersebut. Bank mulai beralih ke akses read-only. Skema ini mengizinkan AI melihat data keuangan, tetapi melarangnya bertransaksi.
Schwab mengambil sikap serupa. Perusahaan itu menyatakan memblokir agen luar yang mencoba memindahkan dana klien setiap pekan. Meta Muse masuk dalam daftar tersebut.
CEO JPMorgan Jamie Dimon menyuarakan kegelisahan yang sama saat rapat laporan pendapatan pekan lalu. “You don’t want rogue agents,” ujarnya. Sementara itu, setiap bank besar AS menghitung ulang eksposurnya secara real time. Mereka juga menyiapkan rencana “day after” untuk memulihkan akun.
Risiko terbesar muncul dari kemampuan agen AI bertindak sendiri. Agen bisa membeli barang atau memindahkan dana tanpa otorisasi yang jelas. Bank juga kesulitan membedakan aktivitas manusia dari agen yang bergerak mandiri. Beberapa agen bahkan menghubungi pusat panggilan bank atas nama nasabah.
Perkembangan teknologi memperbesar kekhawatiran itu. Agen AI berkembang lebih cepat daripada kemampuan bank mengamankan sistemnya. Sebelumnya, Anthropic menguji agen AI pada peretasan smart contract nyata. Dalam simulasi, agen itu berhasil mengambil dana senilai USD 4,6 juta. Agen tersebut juga menemukan celah baru yang belum diketahui siapa pun.
🚨DO YOU REALLY UNDERSTAND WHAT’S HAPPENING RIGHT NOW? Everyone’s been scared AI would break crypto. Anthropic tested AI agents on real smart contract hacks and they pulled off $4.6 million worth in a simulation. They even found brand new bugs nobody knew existed. Turns out it might come for your bank first. US banks just caught AI agents logging into customer accounts. Some were calling the bank’s call center. Some appeared to act without being told to. Morgan Stanley has started blocking them. JPMorgan, Bank of America and Citi are restricting them. One bank executive called it "horrifying." No hack needed. People are handing an AI agent their bank username and password and letting it run their money. It logs in as you. Some banks can’t even tell if it’s doing what you asked or going rogue. Jamie Dimon on JPMorgan’s earnings call last week: "You don’t want rogue agents." Schwab says it’s blocking outside agents trying to move client money every single week. Meta’s Muse is on that list. "Something could go wrong and who’s liable?" That’s Schwab’s CEO Rick Wurster. I’ve been phished and drained in crypto. I know the deal. Whoever holds the keys controls the money, and nobody’s coming to refund you. Banks always sold the opposite. Someone steals from you, the bank makes it right. But US rules have a catch. If you handed someone your login yourself, the transfers they make might not count as unauthorized. Does that apply when the someone is an AI? Nobody’s decided yet. Not your keys, not your coins. Your AI agent has your bank password.
— Crypto Rover (@cryptorover) October 22, 2026
Meski begitu, kabar bahwa agen AI sudah menguras rekening belum terkonfirmasi. Bank besar menegaskan agen belum bisa memindahkan uang nasabah. Regulator bank teratas AS juga belum memberi tanggapan publik. Padahal, Axios menanyakan dua kali apakah nasabah akan mendapat uangnya kembali. Seorang pejabat bank hanya menyebut industri memiliki kekhawatiran besar.
Soal tanggung jawab hukum masih kabur. CEO Schwab Rick Wurster mempertanyakannya langsung. “Something could go wrong and who’s liable?” katanya.
Pengguna kripto sudah lama mengenal prinsip ini. Pemegang kunci mengendalikan dana, dan tidak ada pihak yang mengganti kerugian akibat phishing. Perbankan tradisional menjual janji sebaliknya. Bank akan memulihkan uang nasabah jika pencuri menguras rekening.
Namun, aturan AS menyimpan celah. Jika nasabah menyerahkan data login sendiri kepada agen AI, transfer yang agen itu lakukan bisa saja tidak masuk kategori tanpa izin. Artinya, perlindungan bank bisa hilang saat nasabah memberi akses penuh.
Karena itu, trader perlu berhati-hati sebelum menghubungkan agen AI ke dompet, akun bursa, atau rekening bank. Pilih akses read-only bila memungkinkan. Batasi izin transaksi, dan jangan pernah membagikan kunci privat atau frasa pemulihan. Kewaspadaan sejak awal jauh lebih murah daripada berharap ada yang mengganti dana yang hilang.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.