Hariankripto – Pemborongan kepemilikan Bitcoin semakin menarik belakangan ini, karena Strive perusahaan treasury Bitcoin terbesar ketujuh di dunia ikut memborong Bitcoin. Perusahaan treasury Bitcoin itu ingin menambah kapasitas pembelian Bitcoin hingga 4,2 miliar dolar AS melalui dua program ATM miliknya, yaitu ASST dan SATA.
CEO Strive, Matt Cole, menyatakan bahwa perusahaan ingin menaikkan kapasitas masing-masing program sebesar 2,1 miliar dolar AS. Ia menyebut permintaan investor dan likuiditas kedua sekuritas itu terus naik. Strive juga berencana memberi pembaruan neraca sebelum pasar Amerika buka.
Strive Makin Serius Mengumpulkan Bitcoin
Perusahaan treasuy Bitcoin ketujuh terbesar di dunia tersebut saat ini memegang sekitar 16.500 Bitcoin. Nilainya mencapai sekitar 1,27 miliar dolar AS. Angka ini membuat Strive masuk jajaran besar perusahaan publik yang menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury utama.
Langkah ini tidak muncul tiba-tiba. Beberapa hari sebelumnya, Strive membeli 1.109 BTC senilai sekitar 85,4 juta dolar AS. Pembelian itu membuat total kepemilikan Bitcoin perusahaan naik menjadi 16.500 BTC.
Strive juga baru mengumpulkan sekitar 194 juta dolar AS dari penawaran saham preferen SATA. Dana sebesar itu setara dengan sekitar 2.621 Bitcoin pada harga pasar saat ini. Dengan rencana tambahan 4,2 miliar dolar AS, Strive ingin memperbesar ruang geraknya untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar.
Bagi sentimen pasar, pesan Strive cukup jelas. Mereka tidak hanya ingin menahan Bitcoin. Mereka ingin naik kelas dalam daftar perusahaan dengan treasury Bitcoin terbesar.
Strategy Menjual Sebagian Bitcoin dan Strive Memborong Bitcoin
Kabar Strive muncul pada hari yang sama ketika Strategy menjual 32 Bitcoin senilai sekitar 2,5 juta dolar AS. Strategy memakai hasil penjualan itu untuk membayar distribusi saham preferen. CoinDesk melaporkan bahwa Strategy masih memegang 843.706 Bitcoin setelah transaksi tersebut.
Angka 32 Bitcoin terlihat kecil jika dibandingkan dengan total kepemilikan Strategy. Tetapi pasar melihat hal itu sebagai sinyal penting. Bitcoin sempat turun ke bawah 72.000 dolar AS setelah kabar tersebut muncul.
Di sisi lain, Strive memberi pesan berlawanan. Saat Strategy menjual sebagian kecil Bitcoin untuk kebutuhan dividen, Strive justru menyiapkan dana besar untuk membeli lebih banyak BTC.
Kontras ini membuat pasar kripto makin menarik. Satu perusahaan mengurangi sedikit posisi karena kebutuhan kas. Perusahaan lain memperbesar kapasitas pembelian karena melihat permintaan investor terus tumbuh.
Sinyal Baru untuk Pasar Bitcoin
Rencana Strive menunjukkan bahwa minat institusi terhadap Bitcoin belum hilang. Perusahaan besar tetap mencari cara untuk menambah eksposur, meski harga Bitcoin bergerak tajam dalam jangka pendek.
Program ATM memberi Strive fleksibilitas. Perusahaan bisa menerbitkan saham secara bertahap sesuai kondisi pasar. Cara ini membantu Strive mengumpulkan dana tanpa harus langsung memakai satu skema besar yang kaku.
Bagi investor ritel, kabar ini punya dua sisi. Di satu sisi, aksi Strive dapat memperkuat narasi akumulasi Bitcoin oleh institusi. Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan risiko. Perusahaan treasury Bitcoin sangat sensitif terhadap harga BTC, likuiditas saham, dan kewajiban dividen.
Intinya, Strive sedang mengirim pesan kuat. Mereka ingin menjadi pemain besar dalam perlombaan treasury Bitcoin. Jika rencana 4,2 miliar dolar AS itu berjalan, Strive bisa menjadi salah satu nama yang paling sering dibahas dalam pasar Bitcoin tahun ini.






















