Hariankripto – Goldman Sachs kembali membuat gerakan tambahan baru di industri kripto. Bank raksasa Wall Street tersebut melepas seluruh kepemilikian ETF XRP dan Solana mereka pada Q1 2026. Langkah ini langsung menarik perhatian investor karena Goldman sebelumnya memiliki eksposur besar pada dua altcoin tersebut.
Menurut laporan 13F terbaru, Goldman tidak lagi mencatat posisi ETF XRP dan Solana hingga batas pelaporan 31 Maret 2026. Pada kuartal sebelumnya, bank ini sempat memegang eksposur sekitar US$154 juta pada ETF XRP dan lebih dari US$100 juta pada ETF Solana dari beberapa penerbit besar.
Goldman Sachs Tinggalkan XRP dan Solana
Goldman Sachs tampaknya mengurangi risiko dari altcoin yang bergerak lebih liar. Bank ini memilih keluar dari ETF XRP dan Solana saat pasar kripto menghadapi volatilitas tinggi.
Namun, investor perlu membaca data ini dengan hati-hati. Laporan 13F hanya menampilkan posisi long institusional. Dokumen itu tidak menunjukkan strategi lindung nilai, mandat klien, posisi short, atau perubahan portofolio setelah kuartal berakhir.
Artinya, Goldman belum tentu membenci XRP atau Solana. Bank ini hanya memangkas eksposur langsung melalui ETF pada periode tersebut.
Ethereum Kena Pangkas Besar
Goldman Sachs juga memangkas kepemilikan ETF Ethereum hampir 70%. Setelah pengurangan itu, bank masih menyisakan sekitar US$114 juta eksposur pada ETF Ethereum.
Pemangkasan ini jauh lebih tajam dibandingkan pengurangan pada ETF Bitcoin. Goldman masih memegang sekitar US$690 juta di iShares Bitcoin Trust atau IBIT dan sekitar US$25 juta di Fidelity FBTC. Kedua posisi Bitcoin itu hanya turun sekitar 10% dari kuartal sebelumnya.
The Goldman Sachs XRP ETF Breakdown
— Chad Steingraber (@ChadSteingraber) May 16, 2026
Goldman Sachs does not issue its own XRP ETF, but it is currently the largest disclosed institutional investor in spot XRP ETFs. The banking giant disclosed a massive $153.8Million stake spread across four different XRP ETFs, with… https://t.co/LxDtdcVKXT pic.twitter.com/TQNDT8mReX
Perbedaan ini memberi sinyal kuat. Goldman lebih nyaman mempertahankan Bitcoin daripada mengambil risiko besar pada altcoin.
Bitcoin Tetap Jadi Pilihan Goldman Sachs dan Institusi Besar Lainnya
Bitcoin masih memegang posisi utama dalam strategi kripto Goldman Sachs. Bank ini menunjukkan sikap selektif yaitu kurangi altcoin, jaga Bitcoin, lalu tambah eksposur ke perusahaan kripto yang punya model bisnis jelas.
Goldman juga meningkatkan kepemilikan pada perusahaan seperti Coinbase, Circle, dan Galaxy. Di sisi lain, bank ini memangkas saham perusahaan mining seperti Riot Platforms, IREN, Bit Digital, dan Strategy.
Institusi besar belum meninggalkan kripto, tetapi mereka makin pilih-pilih. Bitcoin tetap menjadi aset utama, sementara altcoin harus membuktikan daya tahan, utilitas, dan minat pasar yang lebih kuat.























