Hariankripto.id – Komunitas XRP optimis kasus selesai pertengahan Agustus, tapi apa kata mantan pengacara SEC AS?
Kasus Ripple melawan SEC AS yang sudah berlangsung bertahun-tahun semakin mendekati akhir. Banyak investor XRP bertanya-tanya: apakah kasus ini benar-benar akan berakhir pada 15 Agustus 2025? Mari kita lihat penjelasan dari para ahli hukum AS, Marc Fagel.
Siapa Marc Fagel dan Kenapa Pendapatnya Penting?
Sebelum membahas prediksi tanggal 15 Agustus, penting untuk mengenal Marc Fagel terlebih dahulu. Marc Fagel adalah mantan pengacara senior SEC Amerika Serikat yang memiliki pengalaman puluhan tahun menangani kasus-kasus sekuritas. Setelah pensiun dari SEC, dia sering memberikan analisis hukum di media sosial tentang kasus-kasus kripto, termasuk Ripple (XRP) vs SEC AS.
Fagel dikenal sebagai sosok yang objektif dan tidak memihak. Meskipun dia mantan pegawai SEC AS, analisisnya sering kali memberikan perspektif yang seimbang antara posisi SEC dan perusahaan crypto. Pengalaman bertahun-tahun di dalam SEC AS memberikan ‘petunjuk’ tentang bagaimana badan regulasi AS bekerja dari dalam.
“Saya sering dikritik baik oleh pendukung SEC AS maupun pendukung crypto karena analisis saya yang berimbang,” kata Fagel dalam salah satu postingannya. “Tapi saya hanya menyampaikan fakta berdasarkan pengalaman saya”, Timpal Fagel.
Kenapa Komunitas XRP Yakin Kasus Selesai 15 Agustus?
Komunitas XRP sedang menunggu dengan cemas perkembangan besar dalam kasus Ripple melawan SEC AS karena batas waktu laporan status semakin dekat. Menurut laporan sebelumnya, kedua pihak wajib menyerahkan laporan status pada 15 Agustus 2025.
Seiring tanggal semakin dekat, komunitas tetap optimis tentang kemungkinan penyelesaian kasus XRP. Penggema koin XRP membuat cuitan di X bahwa penyelesaian kasusnya pada atau sebelum batas waktu 15 Agustus dan kemungkinannya sangat tinggi, dengan prediksi 70-90%. Dia yakin penyelesaian akan melibatkan denda 50 juta dollar dan tidak ada larangan operasional.
Tapi Marc Fagel memberikan pandangan yang berbeda. Sebagai mantan pengacara SEC AS yang paham betul seluk-beluk badan regulasi ini, Fagel menentang prediksi komunitas tersebut. Dia menjelaskan realita di balik kasus XRP berdasarkan pengalaman bertahun-tahun menangani kasus serupa.
“Banyak orang di komunitas crypto tidak paham bagaimana proses hukum sebenarnya bekerja,” jelas Fagel. “Mereka sering membuat prediksi berdasarkan harapan, bukan fakta hukum.”
Penjelasan Marc Fagel, Mengapa Prediksi Komunitas Salah
Marc Fagel tegas mengatakan bahwa kemungkinan denda 50 juta dollar dan tidak ada larangan operasional itu tidak mungkin terjadi. Alasannya sederhana: pengadilan sudah membuat keputusan final tentang hal ini.
“Kemungkinan denda 50 juta dollar dan tidak ada larangan adalah 0%. Pengadilan sudah memutuskan hal itu. Maaf,” tulis Fagel di X.
Fagel menjelaskan bahwa dalam sistem hukum Amerika, keputusan hakim yang sudah final tidak bisa diubah begitu saja. Hakim Torres sudah memutuskan Ripple harus membayar denda 125 juta dollar, bukan 50 juta seperti yang diharapkan komunitas.
“Saya memahami mengapa komunitas XRP ingin percaya pada skenario terbaik,” kata Fagel. “Tapi sebagai seseorang yang pernah bekerja di SEC selama bertahun-tahun, saya tahu persis bagaimana proses ini berlangsung. Keputusan hakim itu final.”
Lebih lanjut, Fagel mengungkapkan fakta penting yang mungkin tidak diketahui banyak orang: Ripple sudah membayar denda 125 juta dollar secara tunai. Ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah menerima keputusan pengadilan dan tidak berencana melawan lagi.
“Fakta bahwa Ripple sudah membayar denda menunjukkan mereka sudah pasrah dengan keputusan ini,” jelas Fagel. “Jika mereka masih berharap denda dikurangi, mereka tidak akan membayar sekarang.”
Apa yang Terjadi Selanjutnya dengan Kasus Ini?
Pada Juni lalu, Ripple dan SEC AS bersama-sama mengajukan laporan status meminta jeda sementara pada proses banding. Mereka meminta pengadilan menahan banding sampai 15 Agustus 2025, ketika mereka akan menyerahkan pembaruan status lagi.
Awalnya, banyak yang percaya langkah ini adalah antisipasi dari keputusan positif Hakim Torres pada keputusan indikatif. Tapi dengan penolakan hakim, kedua pihak kemungkinan akan secara resmi mencabut banding mereka.
Fagel baru-baru ini mengatakan bahwa Ripple dan SEC AS diperkirakan akan mencabut banding mereka dalam dua bulan. Dia menjelaskan pernyataannya:
“Biasanya butuh 1-2 bulan untuk SEC AS menyetujui rekomendasi penegakan hukum. Keputusan Torres pada 26 Juni, jadi dengan asumsi butuh beberapa hari untuk menyusun rekomendasi itu, bisa terjadi kapan saja dalam beberapa minggu ke depan. Tapi ini banyak spekulasi.”
Sebelumnya, Fagel mengatakan bahwa batas waktu 15 Agustus tidak langsung terkait dengan penyelesaian secara langsung, yang bisa terjadi tanpa jadwal khusus. Jadi penyelesaian dalam kasus Ripple vs SEC AS bergantung pada kedua pihak yang mencabut banding mereka, bukan terikat pada batas waktu 15 Agustus.
Ini berarti komunitas XRP yang mengharapkan penyelesaian pada tanggal tersebut mungkin harus menunda harapan mereka. Penyelesaian bisa terjadi kapan saja, tergantung pada proses internal SEC AS dan keputusan strategis kedua pihak.
Kesimpulannya, setelah bertahun-tahun ketidakpastian, kejelasan status hukum, XRP akan memberikan dampak signifikan terhadap harga dan adopsi token tersebut di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.























