Taking too long? Close loading screen.
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
hariankripto.id
Minggu, Februari 1, 2026
No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Voting Clarity Act

    Voting Clarity Act AS Akan Terjadi, Whale Mulai Akumulasi Bitcoin dan Ethereum

    Bitcoin

    Harga Emas dan Perak Pecahkan Rekor, Bitcoin Malah Ambles: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    Korea Selatan Siap Luncurkan Spot Bitcoin ETF: Simak Analisis Teknikal BTC Terkini

    Korea Selatan Siap Luncurkan Spot Bitcoin ETF: Simak Analisis Teknikal BTC Terkini

    Korea Izinkan Korporasi Beli Bitcoin dan TOP 20 Kripto

    Era Baru Dimulai Saat Korea Selatan Izinkan Korporasi Masuk Ke Pasar Kripto Setelah 9 Tahun

    Superheat H1

    Pemanas Air Baru Ini Tawarkan Pengembalian Biaya Listrik Lewat Mining Bitcoin

    BitFuFu

    BitFuFu Umumkan Hasil Produksi Bitcoin Desember 2025, Cetak 3.662 BTC Sepanjang Tahun

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Voting Clarity Act

      Voting Clarity Act AS Akan Terjadi, Whale Mulai Akumulasi Bitcoin dan Ethereum

      FOMC Januari 2026

      Menjelang Rapat FOMC Januari 2026, The FED AS Kemungkinan Akan Tahan Suku Bunga di 3,5% – 3,75%

      Vitalik Buterin

      Vitalik Buterin Kritik Keras Proyek Kripto dan Sebut Mereka Corposlop

      Presiden Ripple Monica Long

      Prediksi Kripto 2026 dari Presiden Ripple Monica Long yang Dapat Anda Ketahui

      Dexu.ai

      Kenali Platform Ini Agar Kamu Tidak Ketinggalan Momentum Narasi Kripto 2026

      Bitcoin

      Harga Emas dan Perak Pecahkan Rekor, Bitcoin Malah Ambles: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Voting Clarity Act

    Voting Clarity Act AS Akan Terjadi, Whale Mulai Akumulasi Bitcoin dan Ethereum

    Bitcoin

    Harga Emas dan Perak Pecahkan Rekor, Bitcoin Malah Ambles: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    Korea Selatan Siap Luncurkan Spot Bitcoin ETF: Simak Analisis Teknikal BTC Terkini

    Korea Selatan Siap Luncurkan Spot Bitcoin ETF: Simak Analisis Teknikal BTC Terkini

    Korea Izinkan Korporasi Beli Bitcoin dan TOP 20 Kripto

    Era Baru Dimulai Saat Korea Selatan Izinkan Korporasi Masuk Ke Pasar Kripto Setelah 9 Tahun

    Superheat H1

    Pemanas Air Baru Ini Tawarkan Pengembalian Biaya Listrik Lewat Mining Bitcoin

    BitFuFu

    BitFuFu Umumkan Hasil Produksi Bitcoin Desember 2025, Cetak 3.662 BTC Sepanjang Tahun

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Voting Clarity Act

      Voting Clarity Act AS Akan Terjadi, Whale Mulai Akumulasi Bitcoin dan Ethereum

      FOMC Januari 2026

      Menjelang Rapat FOMC Januari 2026, The FED AS Kemungkinan Akan Tahan Suku Bunga di 3,5% – 3,75%

      Vitalik Buterin

      Vitalik Buterin Kritik Keras Proyek Kripto dan Sebut Mereka Corposlop

      Presiden Ripple Monica Long

      Prediksi Kripto 2026 dari Presiden Ripple Monica Long yang Dapat Anda Ketahui

      Dexu.ai

      Kenali Platform Ini Agar Kamu Tidak Ketinggalan Momentum Narasi Kripto 2026

      Bitcoin

      Harga Emas dan Perak Pecahkan Rekor, Bitcoin Malah Ambles: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
No Result
View All Result
hariankripto.id
No Result
View All Result
Home Analisis

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

harian kripto by harian kripto
24/12/2025
in Analisis, Bitcoin, Edukasi Kripto, Kripto
0
Bitcoin (BTC)

Bitcoin terus bergerak di kisaran harga 85K hingga 90K karena tekanan dari opsi pasar. Temukan alasan di balik pergerakan ini dan prediksi harga setelah Natal 2025.

2.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariankripto – Harga Bitcoin (BTC) belakangan ini bikin banyak orang bingung. Harga Bitcoin (BTC) terus-terusan bergerak di kisaran $85.000 sampai $90.000, padahal kabar positif soal kripto terus bermunculan. Banyak yang mengira ini cuma soal pasar yang lagi “tenang” atau investor yang ragu. Tapi sebenarnya, ada sesuatu yang jauh lebih dalam terjadi di balik layar dan itu punya potensi untuk membuat harga BTC meledak kapan saja.

Terkait anomalinya harga Bitcoin (BTC) saat ini maka kamu wajib tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik konsolidasi harga ini. Bukan cuma soal supply dan demand biasa. Ini tentang bagaimana dealer opsi, market maker, dan kontrak derivatif bisa menahan harga Bitcoin secara manipulatif dan kenapa semua itu bisa berakhir hanya dalam beberapa hari ke depan.

Bitcoin Mengalami Konsolidasi di Level $85K–$90K

Harga BTC terlihat seperti “macet”. Beberapa kali coba naik ke atas $90K, tapi gagal. Turun ke bawah $85K, langsung naik kembali. Ini bukan karena trader biasa lagi malas ngambil posisi. Fenomena ini merupakan sebagai konsolidasi di mana harga bergerak dalam range yang sempit untuk waktu yang cukup lama.

Tapi yang bikin aneh, konsolidasi ini nggak terasa “natural”. Biasanya, dalam kondisi seperti ini, pasar akan mencari arah, entah itu breakout ke atas atau breakdown ke bawah. Namun, Bitcoin seperti tertahan oleh kekuatan tak kasat mata. Setiap kenaikan cepat langsung ditekan, setiap penurunan tajam langsung dibeli. Ada pola yang berulang, dan ini bukan kebetulan.

Nah, pola ini sangat erat kaitannya dengan apa yang disebut sebagai “options flip level” dan posisi para dealer yang terjebak dalam kontrak derivatif Bitcoin. Yuk kita bedah lebih lanjut.

Level Opsional Kritis: Mengapa $88K Sangat Penting

Di balik pergerakan harga, ada yang namanya options flip level, dan untuk saat ini, level itu ada di sekitar $88.000. Ini adalah titik di mana strategi hedging dari para dealer berubah total.

Level ini menjadi semacam “saklar”. Di atasnya, dealer harus melakukan satu jenis aksi, dan di bawahnya, mereka harus melakukan hal sebaliknya. Nah, posisi harga Bitcoin (BTC) yang terus berada di dekat level ini membuat dealer harus terus-menerus menyesuaikan posisi hedging mereka, yang akhirnya membuat harga seperti bolak-balik nggak jelas.

Kenapa bisa begitu? Karena di dunia opsi, dealer itu biasanya netral dan mereka harus menyesuaikan posisi mereka sesuai dengan arah pasar agar nggak rugi. Kalau harga Bitcoin (BTC) mendekati $88K dari bawah, dealer akan mulai menjual spot BTC untuk mengimbangi risiko. Tapi kalau harga turun di bawahnya, mereka mulai beli lagi. Jadilah pasar kripto seperti tarik tambang.

Baca Juga:  ZachXBT Ungkapkan Proses Pembobolan Cold Wallet Investor Kripto dan Kehilangan $3,05 Juta dalam XRP

Harga Bitcoin (BTC) di Atas $88K, Market Maker Terpaksa Beli dan Jual

Begitu harga Bitcoin (BTC) naik di atas $88K, dealer dan market maker masuk dalam posisi yang membuat mereka harus menjual saat harga naik, dan membeli saat harga turun. Aneh, kan?

Biasanya kalau harga naik, artinya ada momentum positif. Tapi karena dealer sudah terjebak dalam posisi short call, mereka dipaksa melakukan aksi hedging dengan cara menjual spot Bitcoin setiap kali harga naik untuk menjaga posisi mereka tetap netral. Akibatnya? Harga nggak bisa lanjut naik, malah tertahan dan balik lagi ke tengah.

Ini seperti naik motor yang gasnya ditarik, tapi remnya juga ditekan. Nggak akan kemana-mana. Dan inilah yang membuat banyak orang bertanya-tanya: kok BTC naiknya lemas banget, padahal sentimen bagus?

Harga Bitcoin (BTC) di Bawah $88K: Tekanan Jual Semakin Menggila

Kalau harga turun di bawah $88K, kondisinya langsung berubah 180 derajat. Dealer nggak lagi punya alasan untuk menjaga harga tetap stabil. Malah sebaliknya, tekanan jual mulai memicu aksi jual lanjutan dan volatilitas meningkat drastis.

Kenapa? Karena begitu harga turun, dealer nggak bisa mengimbangi eksposur risiko mereka dengan cepat. Mereka kehilangan kontrol, dan pasar jadi liar. Volatilitas yang tadinya terserap, sekarang malah makin liar dan tak terkendali.

Makanya level ini disebut sebagai level saklar, karena satu perubahan kecil bisa menghasilkan dampak besar. Nah, sekarang kamu mungkin paham kenapa harga Bitcoin (BTC) seperti “terjebak”, tapi tetap rawan meledak kapan saja.

Mengapa Harga Bitcoin (BTC) Selalu Gagal Menembus $90K?

Setiap kali BTC nyaris menyentuh $90.000, tiba-tiba harga terjun lagi. Banyak trader mikir, ini karena “banyak yang ambil untung” atau “resisten kuat”. Tapi sebenarnya bukan itu.

Di level $90K, ada konsentrasi besar opsi call dan dealer yang menjual call itu dalam posisi short. Itu artinya mereka bakal rugi besar kalau harga terus naik. Untuk melindungi diri, mereka melakukan hedging dengan menjual BTC secara spot.

Nah, penjualan ini bukan aksi jual panik dari trader ritel, tapi forced selling dari dealer yang mau menghindari kerugian lebih besar. Dan ini terjadi persis setiap kali harga menyentuh level tersebut.

Jadi, setiap kali kita merasa BTC akan breakout, malah aksi dealer yang menjualnya. Itulah kenapa level ini jadi seperti tembok kaca yang susah banget ditembus.

Dealer yang Kekurangan Call Option dan Strategi Hedging Mereka

Sekarang, mari kita bahas lebih dalam soal dealer dan posisi short call mereka. Dalam pasar opsi, “short call” berarti si dealer menjual hak kepada orang lain untuk membeli Bitcoin di harga tertentu (dalam hal ini $90K). Jika harga BTC melewati level tersebut, dealer akan mengalami kerugian karena mereka harus menjual BTC ke pembeli opsi dengan harga lebih rendah dari pasar.

Baca Juga:  Kevin Hassett Buka Pintu Kursi Ketua The Fed, Pasar Proyeksikan 87% Peluang Tiga Kali Pemotongan Suku Bunga

Agar tidak rugi besar, dealer melakukan delta hedging, di mana mereka menjual BTC spot untuk mengimbangi potensi kerugian dari opsi yang mereka jual. Nah, ini adalah sumber dari banyak tekanan jual misterius yang muncul setiap kali BTC mendekati $90K.

Artinya, yang kamu lihat sebagai “banyak yang jual” bukanlah trader biasa yang panik. Ini murni strategi bertahan dealer. Jadi bisa dibilang, pergerakan BTC saat ini bukan karena psikologi pasar, tapi karena “mekanika pasar” yang sangat teknis. Ini menjelaskan kenapa harga susah banget naik, padahal permintaan tetap tinggi.

$85K Menjadi Support Kuat: Alasan Tekanan Beli Kuat

Sekarang kita lihat sisi sebaliknya yaitu level $85.000. Di sini justru ada banyak posisi put. Put option memberi hak kepada pemiliknya untuk menjual BTC di harga tertentu. Dealer yang menjual put itu berada dalam posisi short, dan untuk melindungi diri, mereka justru membeli BTC saat harga mendekati level ini.

Setiap kali BTC turun mendekati $85K, dealer langsung masuk dan melakukan pembelian besar-besaran untuk melindungi posisi mereka. Ini menciptakan apa yang sering kita lihat sebagai “dip yang langsung mereka beli.”

Jadi di satu sisi kita punya $90K sebagai batas atas yang dihantam jual paksa, dan di sisi bawah kita punya $85K sebagai zona beli paksa. Hasilnya? Harga BTC seperti terjepit di dalam perang strategi derivatif. Bukan karena fundamental, bukan karena sentimen tapi murni karena struktur opsi.

Titik Balik Harga Bitcoin (BTC): Expiry Opsi pada 26 Desember

Inilah momen yang sangat penting yaitu tanggal 26 Desember 2025, sehari setelah Natal. Di hari ini, sebagian besar kontrak opsi yang saat ini mempengaruhi pasar akan kadaluarsa.

Diperkirakan, sekitar 75% dari total gamma exposure akan hilang setelah tanggal ini. Artinya? Dealer tidak lagi punya tekanan untuk melakukan hedging besar-besaran. Mereka tidak lagi “terpaksa” jual saat harga naik atau beli saat harga turun.

Gamma Chart Bitcoin (BTC)

Kekuatan buatan yang menahan harga BTC di range $85K–$90K akan hilang. Pasar akan kembali ke keadaan “alami” dan ini berarti BTC bisa naik atau turun secara bebas, sesuai supply dan demand yang sebenarnya.

Inilah mengapa banyak analis menunggu tanggal ini dengan sangat serius. Karena setelah expiry, barulah kita tahu arah BTC yang sesungguhnya.

Apa Itu Gamma Exposure dan Pengaruhnya?

Gamma adalah ukuran seberapa cepat delta berubah. Delta sendiri adalah ukuran seberapa sensitif harga opsi terhadap perubahan harga aset dasar, dalam hal ini BTC. Nah, gamma exposure adalah total paparan pasar terhadap perubahan delta tersebut.

Baca Juga:  MODEL PENALARAN HUKUM APLIKASI BERBASIS KECERDASAN BUATAN DAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN

Ketika gamma tinggi, dealer harus melakukan hedging aktif, bolak-balik beli dan jual untuk menjaga posisi netral. Tapi ketika gamma mengecil seperti yang akan terjadi setelah 26 Desember maka dealer bisa lebih santai. Mereka nggak perlu lagi terjun ke pasar untuk beli/jual spot.

Tanpa gamma pressure, pasar jadi lebih “lepas”. Dan ini bisa jadi awal dari breakout besar, baik ke atas maupun ke bawah. Dengan 75% gamma hilang, dealer nggak perlu lagi menjual BTC saat harga naik. Itu artinya, jika permintaan BTC tetap tinggi (seperti yang terlihat dari data on-chain), maka harga bisa naik dengan cepat tanpa tekanan jual teknikal.

Sebaliknya, jika sentimen berubah negatif dan tekanan jual masuk, dealer juga nggak akan masuk untuk membeli lagi di $85K. Artinya, support bisa hilang, dan BTC bisa jatuh lebih dalam.

Inilah kenapa tanggal 26 Desember menjadi titik krusial. Ini bukan soal “Santa Rally” atau spekulasi liburan. Ini soal hilangnya pengaruh teknikal dari struktur opsi yang selama ini menahan harga.

Kesimpulan

Harga Bitcoin yang saat ini seperti “terjebak” di kisaran $85K–$90K bukan disebabkan oleh trader biasa, tapi karena dealer yang terjebak dalam kontrak opsi dan harus melakukan hedging agresif. Level $88K menjadi titik kritis yang memaksa dealer bertindak sesuai arah harga, sementara $90K dan $85K dipenuhi tekanan call dan put option.

Semua ketegangan ini akan berakhir pada 26 Desember 2025, saat sebagian besar kontrak opsi kadaluarsa. Setelah itu, harga BTC bisa benar-benar “meledak”—baik ke atas maupun ke bawah—karena pasar kembali bebas.

Jadi, jika kamu sedang menunggu waktu yang tepat untuk ambil posisi atau sekadar memahami pergerakan pasar, inilah waktunya untuk waspada. Karena badai besar kemungkinan datang setelah Natal.

FAQ

1. Kenapa harga Bitcoin terlihat stagnan belakangan ini?
Karena dealer opsi sedang melakukan hedging besar-besaran di kisaran $85K–$90K, menyebabkan harga seperti “terkunci”.

2. Apa yang dimaksud dengan options flip level?
Itu adalah titik di mana strategi dealer berubah total—dari membeli menjadi menjual atau sebaliknya—tergantung apakah harga di atas atau di bawah level tersebut.

3. Apa efek dari expiry opsi tanggal 26 Desember?
Expiry ini akan menghilangkan tekanan dari dealer yang selama ini mengendalikan pasar, membuka peluang breakout besar.

4. Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin?
Belum tentu. Tapi setelah tanggal 26 Desember, arah pasar akan lebih jelas karena tidak lagi dikendalikan oleh dealer.

5. Bagaimana cara memantau perubahan pasar pasca expiry?
Gunakan data open interest, volume perdagangan, serta analisis on-chain untuk melihat arah aliran modal.

Tags: Analisis Harga BTCBitcoin (BTC)Bitcoin 85K hingga 90KEdukasi Kripto
Previous Post

Bank Sentral Rusia Terapkan Aturan Baru Akses Kripto untuk Investor Ritel

Next Post

Bybit Resmi Hentikan Layanan untuk Pengguna Jepang Mulai 2026, Ini Alasannya!

harian kripto

harian kripto

Next Post
Bybit Keluar dari Jepang

Bybit Resmi Hentikan Layanan untuk Pengguna Jepang Mulai 2026, Ini Alasannya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berita Terbaru Kripto Minggu Ini

Sengketa Ripple Berakhir, Prediksi ETH $20.000, dan Berita Terbaru Kripto Minggu Ini!

24/08/2025
Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

26/01/2024
Bitcoin (BTC)

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

24/12/2025
Zerebro

Dugaan Mengakhiri Hidup Zerebro Dev, Begini Ceritanya

05/05/2025
Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

0
Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

0
Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

0
Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

0
Cardano USDCX

Hoskinson Umumkan USDCX Circle Segera Hadir di Cardano Lewat Kesepakatan Pentad

01/02/2026
Pentad Cardano

Hoskinson Perkenalkan Pentad Cardano Sebagai Eksekutif Governance Untuk Selamatkan Cardano dari Stagnan

01/02/2026
Platform Ripple Treasury

Ripple Rilis Platform Treasury yang Mampu Transfer Lintas Negara dalam Hitungan Detik

29/01/2026
Ethereum dan AI

Vitalik Buterin Ungkap Peran Ethereum di Era AI dan Tolak Skenario Kiamat Kripto

28/01/2026

Recent News

Cardano USDCX

Hoskinson Umumkan USDCX Circle Segera Hadir di Cardano Lewat Kesepakatan Pentad

01/02/2026
Pentad Cardano

Hoskinson Perkenalkan Pentad Cardano Sebagai Eksekutif Governance Untuk Selamatkan Cardano dari Stagnan

01/02/2026
Platform Ripple Treasury

Ripple Rilis Platform Treasury yang Mampu Transfer Lintas Negara dalam Hitungan Detik

29/01/2026
Ethereum dan AI

Vitalik Buterin Ungkap Peran Ethereum di Era AI dan Tolak Skenario Kiamat Kripto

28/01/2026
Info Terbaru Bitcoin, Kripto, dan Prediksi Harga Terpercaya

Ikuti HarianKripto.id untuk berita terkini, analisis pasar cryptocurrency, dan tips investasi terpercaya.

Dapatkan informasi terbaru tentang dunia kripto yang membantu Anda memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kripto.

Kunjungi kami untuk update kripto setiap hari!

Follow Us

Browse by Category

  • Analisis
  • Avalanche
  • Bitcoin
  • Blockchain
  • Cardano
  • Dogecoin
  • Edukasi Kripto
  • Etherium
  • Investasi
  • Kripto
  • Metaverse
  • Ragam
  • Shiba Inu
  • Siaran Pers
  • Solana
  • Tech
  • Uncategorized
  • Uncategorized

Recent News

Cardano USDCX

Hoskinson Umumkan USDCX Circle Segera Hadir di Cardano Lewat Kesepakatan Pentad

01/02/2026
Pentad Cardano

Hoskinson Perkenalkan Pentad Cardano Sebagai Eksekutif Governance Untuk Selamatkan Cardano dari Stagnan

01/02/2026
  • Kripto
  • Altcoin
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

  • bitcoinBitcoin(BTC)$78,014.00-5.21%
  • ethereumEthereum(ETH)$2,369.93-8.76%
  • tetherTether(USDT)$1.000.06%
  • binancecoinBNB(BNB)$760.56-7.61%
  • rippleXRP(XRP)$1.62-1.91%
  • usd-coinUSDC(USDC)$1.00-0.02%
  • solanaSolana(SOL)$104.02-7.38%
  • tronTRON(TRX)$0.285577-1.10%
  • staked-etherLido Staked Ether(STETH)$2,368.68-8.33%
  • dogecoinDogecoin(DOGE)$0.105495-3.93%