Hariankripto – XRP Asia resmi hadir dalam ajang XRP Seoul 2026 dengan misi mempercepat pertumbuhan XRP Ledger (XRPL) di kawasan Asia Pasifik. Inisiatif baru ini menargetkan pengembang, perusahaan, hingga institusi keuangan agar semakin aktif menggunakan infrastruktur blockchain XRPL.
Peluncuran XRP Asia menjadi langkah baru bagi ekosistem XRP yang mulai bergerak lebih luas dari sekadar jaringan pembayaran. Organisasi independen ini akan fokus membangun komunitas, mendukung startup, serta mendorong penggunaan XRPL dalam berbagai sektor seperti pembayaran berbasis AI, aplikasi ritel, dan solusi perusahaan.
Kehadiran XRP Asia juga muncul menjelang dua pembaruan besar XRPL yaitu Batch Amendment dan Permission Delegation Infrastructure yang dijadwalkan aktif pada Oktober 2026. Kedua peningkatan tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi jaringan bagi pengguna institusi maupun pengembang.
XRP Asia meluncur sebagai entitas independen yang berfokus pada pengembangan ekosistem XRPL di kawasan Asia Pasifik. Organisasi ini dipimpin oleh Sabrina Tachdjian, mantan wakil presiden Hedera Foundation, yang memimpin sesi diskusi bersama Tatsuya Kohrogi, Senior Ecosystem Growth Manager Ripple, dalam acara XRP Seoul 2026.
Berbeda dari pendekatan komunitas biasa, XRP Asia membawa strategi pengembangan yang lebih terstruktur. Organisasi ini akan menjalankan empat fokus utama yaitu teknologi, pengembangan startup, komunitas, dan pemasaran.
Melalui strategi tersebut, XRP Asia menyediakan pelatihan bagi pengembang, program micro-grants, investasi tahap awal, serta dukungan pemasaran untuk proyek yang ingin membangun aplikasi di atas XRPL.
Selain sektor DeFi, XRP Asia juga melihat peluang besar pada aplikasi konsumen, pembayaran berbasis kecerdasan buatan, dan penggunaan blockchain untuk perusahaan non-keuangan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa XRPL ingin memperluas penggunaan blockchain menuju aktivitas ekonomi sehari-hari.
Di sisi lain, Korea Selatan menjadi salah satu pasar penting dalam ekspansi tersebut. XRP Asia akan bekerja sama dengan komunitas lokal seperti XRPL Korea untuk membantu startup regional berkembang dan terhubung dengan pasar global.
Setelah memperkuat ekosistem pengembang, XRP mulai memasuki tahap berikutnya dengan fokus pada integrasi pembayaran dan layanan kredit.
Presiden Ripple, Monica Long, menjelaskan dalam XRP Seoul 2026 bahwa perusahaan sedang mengembangkan berbagai uji coba terkait kredit yang berpotensi aktif pada tahun berikutnya.
Salah satu konsep yang sedang dikembangkan adalah penggunaan kumpulan XRP sebagai aset jaminan untuk membantu pendanaan pembayaran pelanggan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa XRP Ledger tidak hanya berfungsi sebagai jaringan transfer aset, tetapi juga memiliki peluang untuk mendukung layanan keuangan yang lebih kompleks.
Perkembangan ini juga berjalan seiring dengan kemajuan regulasi di Asia. SBI Ripple Asia telah mendapatkan persetujuan berdasarkan Payment Services Act Jepang sebagai penerbit instrumen pembayaran prabayar pihak ketiga. Regulasi tersebut membuka peluang aktivitas token pembayaran yang lebih terstruktur melalui XRPL.
Selain itu, XRP Seoul 2026 juga menghadirkan diskusi bersama perwakilan sektor perbankan seperti Woori Bank, K Bank, dan JB Bank. Pembahasan utama dalam panel tersebut mencakup pembayaran lintas negara dan deposito berbasis token.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa institusi keuangan Asia mulai melihat teknologi blockchain sebagai bagian dari infrastruktur pembayaran masa depan.
Ekspansi XRP Asia berlangsung menjelang dua pembaruan protokol penting yang akan meningkatkan kemampuan XRPL.
Upgrade pertama adalah Permission Delegation Infrastructure yang dijadwalkan pada 8 Oktober 2026. Fitur ini memungkinkan perusahaan memberikan hak penandatanganan transaksi kepada pihak lain tanpa kehilangan kendali atas dompet utama mereka.
Kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan yang membutuhkan sistem operasional blockchain dengan banyak pengguna. Sebagai contoh, perusahaan dapat memberikan akses kepada tim tertentu untuk menjalankan transaksi tanpa harus membagikan akses penuh terhadap aset utama.
Pay attention to this at XRP Seoul 🇰🇷! 👀 Monica Long on Ripple’s 2027 direction is to bring customer transactions across the company on the XRP Ledger. Payments and Credit is a big unlock with XLS-66 Lending Protocol, how? Short term credit using liquidity pools with XRP as collateral to fund payments. This leverages everything we have been building on the XRP Ledger to facilitate this use case. Payments and Credit, what a duo!
— Vet (@Vet_X0) October 3, 2026
Selanjutnya, Batch Amendment akan aktif pada 9 Oktober 2026. Pembaruan ini memungkinkan beberapa transaksi digabung dalam satu entri ledger sehingga proses transaksi dalam jumlah besar menjadi lebih efisien.
Fitur tersebut dapat membantu aplikasi dengan aktivitas tinggi seperti pembayaran perusahaan, layanan keuangan digital, dan berbagai aplikasi berbasis XRPL.
Kedua pembaruan membutuhkan dukungan lebih dari 80% validator jaringan selama periode aktivasi. Jika berhasil diterapkan, peningkatan ini dapat memperkuat posisi XRPL sebagai blockchain yang siap digunakan oleh perusahaan dan pengembang skala besar.
Dengan hadirnya XRP Asia dan peningkatan teknologi XRPL, ekosistem XRP memasuki fase baru yang lebih luas. Fokus tidak hanya berada pada transaksi aset digital, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur keuangan berbasis blockchain di kawasan Asia Pasifik.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.