Hariankripto – Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, melihat industri kripto tengah memasuki fase pertumbuhan teknologi yang semakin cepat. Ia membandingkan perkembangan blockchain dengan sejumlah teknologi besar seperti energi nuklir, internet, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hoskinson menyampaikan pandangan tersebut dalam Future of Money, Governance, and the Law 2026 FinTech Summit di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 2 Oktober 2026. Government Blockchain Association bersama beberapa organisasi lain menggelar acara tersebut untuk membahas AI, blockchain, teknologi kuantum, layanan keuangan, hingga tata kelola digital.
Dalam pembahasannya, Hoskinson tidak hanya menempatkan blockchain sebagai teknologi yang menopang aset kripto. Ia melihat blockchain sebagai infrastruktur kepercayaan yang dapat mengubah cara masyarakat mengelola identitas, data, uang, aset, dan hubungan dengan institusi.
Pandangan tersebut juga membawa satu pesan penting bagi pelaku pasar kripto. Pertumbuhan blockchain mungkin tidak selalu terlihat melalui harga aset dalam jangka pendek. Namun, perluasan fungsi teknologinya dapat menentukan arah industri dalam jangka yang lebih panjang.
Hoskinson melihat dunia modern menghadapi persoalan yang lebih luas daripada sekadar keterbatasan teknologi. Menurut pandangannya, masyarakat juga menghadapi krisis kepercayaan terhadap berbagai institusi besar.
Pemerintah, bank, perusahaan teknologi, dan platform digital memegang semakin banyak data serta menjalankan berbagai layanan penting. Pada saat yang sama, model tersebut dapat menciptakan konsentrasi kekuasaan dan mengurangi kendali individu atas informasi mereka sendiri.
Here’s my speech at the UN https://t.co/t6Q2YzpvKi
— Charles Hoskinson (@IOHK_Charles) October 2, 2026
Blockchain menawarkan pendekatan berbeda. Teknologi ini memungkinkan jaringan mencatat serta memverifikasi transaksi melalui mekanisme yang dapat peserta jaringan audit tanpa harus menyerahkan seluruh fungsi kepercayaan kepada satu institusi.
Sebagai contoh, transaksi konvensional sering membutuhkan bank untuk menjembatani pembeli dan penjual. Blockchain dapat memindahkan sebagian fungsi verifikasi tersebut ke jaringan dan aturan protokol.
Hoskinson juga menyoroti kepemilikan identitas digital. Melalui konsep self-sovereign identity atau SSI, seseorang dapat memegang kendali lebih besar atas kredensial pendidikan, identitas profesional, data kepemilikan, dan informasi pribadi lainnya.
Karena itu, Hoskinson memandang blockchain sebagai lapisan kepercayaan yang memiliki cakupan jauh lebih luas daripada perdagangan Bitcoin, Cardano, atau aset kripto lainnya.
Bagi industri kripto, gagasan tersebut memperluas narasi blockchain. Pasar tidak lagi hanya membahas transfer aset digital, tetapi juga identitas, tata kelola, penyelesaian transaksi, tokenisasi, serta infrastruktur data.
Selain blockchain, Hoskinson menyoroti perkembangan AI sebagai contoh lain dari teknologi eksponensial.
Model AI terus meningkatkan efisiensi sehingga sistem yang semakin canggih dapat menjalankan tugas dengan kebutuhan komputasi yang lebih kecil. Hoskinson menilai tren tersebut dapat memperluas akses terhadap AI dan mengurangi ketergantungan pada pusat data berskala sangat besar.
Ia menggambarkan kecerdasan mesin sebagai teknologi yang semakin tersedia secara luas. Menurutnya, pola perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana peningkatan efisiensi dapat mempercepat penyebaran sebuah teknologi.
Pada saat yang sama, sektor keuangan mulai memperluas penggunaan blockchain melalui tokenisasi.
Tokenisasi mengubah representasi aset tradisional menjadi token yang bergerak melalui jaringan blockchain. Pelaku industri dapat menerapkan konsep tersebut pada saham, mata uang, real estat, obligasi, dan berbagai real-world assets atau RWA.
Hoskinson menyoroti pertumbuhan tokenized equities sebagai salah satu contohnya. Data yang ia rujuk menunjukkan nilai sektor tersebut bergerak dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menuju sekitar US$3 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan penting. Institusi keuangan semakin mengeksplorasi blockchain untuk settlement, aset yang ter-tokenisasi, dan bentuk uang digital.
Namun, trader perlu membedakan pertumbuhan teknologi dari pergerakan harga token. Kenaikan aktivitas tokenisasi dapat memperkuat penggunaan blockchain, tetapi perkembangan tersebut tidak otomatis mendorong harga setiap aset kripto.
Dengan kata lain, adopsi teknologi memberikan konteks fundamental. Pasar tetap menentukan harga melalui kombinasi likuiditas, permintaan, sentimen, kondisi makroekonomi, serta berbagai faktor lainnya.
Hoskinson kemudian menekankan sifat pertumbuhan eksponensial yang sering mengecoh perkiraan manusia.
Pada tahap awal, suatu teknologi dapat menunjukkan perkembangan yang kecil. Setelah efisiensi, infrastruktur, dan tingkat adopsinya mencapai titik tertentu, pertumbuhan dapat meningkat dengan jauh lebih cepat.
Ia menggunakan perkembangan energi terbarukan di Jerman untuk menjelaskan pola tersebut. Pada 2025, energi terbarukan menghasilkan 55,9% listrik publik bersih Jerman menurut data Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems ISE.
Data pemerintah Jerman juga menunjukkan tren yang sama dari sudut pengukuran berbeda. German Environment Agency mencatat energi terbarukan memenuhi sekitar 55,1% konsumsi listrik bruto Jerman pada 2025. Angkanya melonjak jauh dari 6,3% pada 2000.
Melalui contoh tersebut, Hoskinson ingin menunjukkan bahwa proyeksi awal dapat meremehkan kecepatan perubahan ketika teknologi memasuki fase adopsi massal.
Ia melihat blockchain berada dalam konteks yang serupa. Teknologi ini terus bertemu dengan AI, tokenisasi, identitas digital, sistem pembayaran, dan layanan keuangan berbasis jaringan.
Bagi trader dan pegiat kripto, perkembangan itu membuat indikator adopsi semakin penting untuk dipantau. Aktivitas on-chain, perkembangan RWA, penggunaan stablecoin, integrasi institusional, serta peningkatan infrastruktur dapat memberikan gambaran yang lebih luas daripada pergerakan harga semata.
Pandangan Hoskinson pada akhirnya membawa diskusi kripto keluar dari pertanyaan tentang harga berikutnya. Fokusnya bergerak menuju pertanyaan yang lebih besar, yaitu seberapa cepat blockchain dapat menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi digital dunia.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.