Hariankripto – Melalui X, pendiri Ethereum Vitalik Buterin membagikan rencananya di Tahun 2026 dan mengkritik tajam projek kripto di Tahun 2025. Buterin mengumumkan rencana untuk sepenuhnya kembali ke media sosial desentralisasi pada tahun 2026. Buterin juga melontarkan kritik untuk banyak proyek kripto dengan sebutan “Corposlop” . Sebutan Corposlop merupakan projek kripto yang mempunyai campuran hype, spekulasi, dan desain yang buruk
Buterin menekankan bahwa masyarakat membutuhkan alat komunikasi massa yang lebih baik. Alat yang menyajikan informasi dan argumen terbaik, membantu orang menemukan titik kesepakatan, serta melayani kepentingan jangka panjang pengguna . Buterin pun menolak projek kripto yang hanya memaksimalkan engagement jangka pendek.
Buterin Sudah Gunakan Media Sosial Desentralisasi Sejak Awal 2026
Vitalik Buterin mengungkapkan bahwa ia sudah menggunakan media sosial desentralisasi sejak awal tahun ini. Setiap postingan yang ia buat atau baca, Buterin lakukan melalui Firefly.social. Media sosial tersebut merupakan sebuah multi-client yang menghubungkan X, Lens, Farcaster, dan Bluesky dalam satu platform.
Buterin percaya bahwa desentralisasi membuka jalan untuk kompetisi yang lebih sehat. Konsepnya sederhana: lapisan data bersama di mana siapa pun bisa membangun client mereka sendiri di atasnya. Pendekatan ini memberikan pengguna lebih banyak pilihan dan kontrol atas pengalaman bermedia sosial mereka.
Buterin menyebut tidak ada trik sederhana untuk menyelesaikan masalah media sosial saat ini. Hal ini merupakan langkah penting untuk memulai persaingan yang sehat pada desentralisasi di bidang sosial.
Kritik Tajam Buterin terhadap Proyek Kripto Sosial
Buterin mengkritik keras cara proyek kripto mendekati media sosial selama ini. Menurutnya, terlalu banyak pelaku kripto berpikir bahwa memasukkan koin spekulatif ke dalam sesuatu sudah dianggap sebagai “inovasi” yang menggerakkan dunia ke depan.
Buterin membandingkan dengan Substack yang berhasil menciptakan ekonomi untuk mendukung konten berkualitas tinggi. Substack fokus pada sistem berlangganan ke kreator, bukan menciptakan “bubble price” di sekitar mereka.
Buterin menyoroti kegagalan berulang dari proyek yang mencoba memberikan insentif kepada kreator melalui “bubble price”. Masalahnya ada dua yaitu sistem ini menghargai modal sosial yang sudah ada dan kedua bukan kualitas konten. Selanjutnya token-token tersebut selalu jatuh ke nol setelah satu atau dua tahun.
Buterin menyebut pendekatan ini sebagai “Corposlop” yang berarti bukan utopia informasi ala Hayek yang nyata.
Buterin Dukung Lens dan Ajak Pengguna Beralih
Vitalik Buterin memberikan apresiasi kepada tim Aave yang telah mengelola Lens dengan baik hingga saat ini. Buterin merasa antusias dengan perkembangan Lens ke depan karena tim Lens benar-benar tertarik pada aspek “sosial” . Ketika ruang media sosial desentralisasi hampir tidak ada maka tim Lens berusaha mencari cara untuk membuat tweet terenkripsi.
Today, we’re proud to share that @masknetwork will steward the next chapter for Lens, bringing the strongest onchain SocialFi foundation to life through intuitive, consumer-ready applications. pic.twitter.com/mwgZOn7k4s
— Lens (@LC) January 20, 2026
Buterin mengajak semua orang untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Lens, Farcaster, dan ekosistem media sosial desentralisasi yang lebih luas tahun 2026. Ia menekankan perlunya bergerak melampaui situasi di mana semua orang terus-menerus posting di dalam satu zona perang informasi global.
Menurutnya, media sosial desentralisasi harus dijalankan oleh orang-orang yang benar-benar percaya pada aspek “sosial” dan termotivasi untuk menyelesaikan masalah nyata di bidang tersebut.
Kesimpulan
Pernyataan Vitalik Buterin mengirimkan pesan jelas kepada industri kripto yaitu berhenti membuat proyek sosial berbasis spekulasi dan mulai fokus pada nilai nyata. Ia mendorong perpindahan dari media sosial terpusat ke platform desentralisasi seperti Lens dan Farcaster. Bagi Buterin, masa depan komunikasi massa terletak pada kompetisi terbuka dan kontrol pengguna, melainkan bukan pada hype dan “bubble price”.





















