Hariankripto – Ripple baru saja meluncurkan platform terbarunya. Perusahaan blockchain asal San Francisco ini resmi memperkenalkan Ripple Treasury, sebuah platform yang mengintegrasikan teknologi operasional GTreasury setelah akuisisi senilai 1 miliar USD pada Oktober 2025. Platform ini mampu menyelesaikan transfer lintas negara hanya dalam 3-5 detik menggunakan stablecoin RLUSD.
Peluncuran Ripple Treasury menandai era baru dalam pengelolaan keuangan korporat. Ripple Treasury hadir untuk menghapus keterlambatan settlement dan fragmentasi sistem yang selama ini menghambat bisnis global.
Sistem Lama Sudah Ketinggalan Zaman
Developer Ripple mengidentifikasi masalah krusial pada sistem keuangan tradisional. Modal perusahaan mengendap sia-sia selama akhir pekan, transfer internasional membutuhkan waktu beberapa hari, dan tim keuangan masih mengandalkan spreadsheet untuk rekonsiliasi data. Kondisi ini menciptakan inefisiensi yang merugikan bisnis secara signifikan.
Ripple Treasury menjawab semua tantangan ini dengan pendekatan praktis. Platform ini menghubungkan berbagai platform aset digital secara langsung melalui API. Perusahaan kini bisa melihat saldo, transaksi, dan posisi pasar dalam satu dashboard yang terintegrasi dengan data rekening bank tradisional.
In the News: Ripple Labs launched Ripple Treasury Yesterday 🫡
— AjaX 🦅🔥 (@Web3AjaX) January 28, 2026
Ripple Treasury is powered by GTreasury ( the world's first comprehensive treasury platform with 40 yrs of experience & acquired by Ripple at $1B).
-> It integrates traditional treasury management with blockchain… pic.twitter.com/4DiL4hM0Du
Integrasi ini menyederhanakan proses pelaporan dan audit secara penuh. Tim keuangan tidak perlu lagi berpindah antar sistem atau menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencocokkan data secara manual.
Modal Bekerja Tanpa Henti Sepanjang Waktu
Ripple Treasury membawa fitur yang sangat dibutuhkan para pengelola keuangan korporat. Platform ini memungkinkan perusahaan menginvestasikan modal yang menganggur kapan saja, termasuk saat akhir pekan dan jam non-operasional.
Perusahaan bisa memanfaatkan tool Ripple Prime, stablecoin RLUSD, dan tokenized money market fund seperti BUIDL dari BlackRock untuk menghasilkan yield 24/7. Tidak ada lagi uang yang tidur tanpa menghasilkan keuntungan.
Ripple juga dapat mengoptimalkan likuiditas melalui Ripple Treasury. Perusahaan tidak perlu lagi mengunci jutaan dolar di rekening luar negeri untuk keperluan pre-funding. Selain itu, Ripple mengumumkan rencana pengujian RLUSD di jaringan layer-2 seperti Optimism, Base, Ink, dan Unichain untuk memperluas jangkauan dan menurunkan biaya transaksi.
Settlement Instan Mengubah Permainan
Fitur paling spektakuler dari Ripple Treasury adalah kemampuan settlement lintas negara dalam 3-5 detik. Platform ini memanfaatkan stablecoin RLUSD dan token XRP untuk memproses pembayaran internasional secara instan.
Kecepatan ini menghilangkan gap cash flow yang biasa terjadi pada sistem tradisional. Risiko mata uang juga berkurang drastis karena konversi terjadi langsung saat penerima menerima dana. Perusahaan tidak perlu lagi khawatir dengan fluktuasi nilai tukar selama proses transfer.
Ripple juga menjanjikan akses ke repo market melalui prime broker Hidden Road. Fitur ini akan memperluas kemampuan treasury management bagi perusahaan besar yang membutuhkan instrumen keuangan lebih kompleks.
Kesimpulan
Ripple Treasury menandai pentingnya evolusi infrastruktur keuangan global. Ripple Treasury membuktikan bahwa teknologi blockchain siap menggantikan sistem legacy yang sudah usang.
Dengan integrasi API yang mulus, yield 24/7, dan settlement dalam hitungan detik, Ripple menegaskan posisinya sebagai pionir revolusi pembayaran lintas negara. Peluncuran ini membuka jalan bagi adopsi blockchain yang lebih luas di sektor korporat.






















