Hariankripto – Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan resmi mencabut larangan investasi kripto bagi perusahaan yang sudah berlaku sejak 2017. Keputusan bersejarah ini membuka jalan bagi sekitar 3.500 korporasi untuk mengalokasikan dana ke aset digital.
Sejak 2021, hanya investor ritel yang boleh bertransaksi di bursa kripto Korea Selatan. Perusahaan besar dan market maker profesional sama sekali tidak bisa menyentuh pasar ini meski negara tersebut konsisten mencatat volume trading kripto tertinggi di dunia.
South Korea has ended a nine-year ban on corporate cryptocurrency investments, allowing listed companies and professional investors to invest up to 5% of their equity capital in the top 20 cryptocurrencies by market capitalization on South Korea's five major exchanges.…
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) January 12, 2026
Kini di tahun 2026, aturan main berubah total. Pemerintah Korea Selatan mengizinkan perusahaan terdaftar dan investor profesional untuk menginvestasikan hingga 5% dari modal ekuitas mereka ke dalam 20 cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Kebijakan ini berpotensi mengalirkan puluhan triliun won ke pasar kripto global.
Aturan Main Baru untuk Investasi Kripto Korporasi
Pemerintah Korea Selatan menyusun regulasi yang cukup ketat namun tetap membuka ruang luas bagi partisipasi institusional. Perusahaan hanya boleh berinvestasi di 20 cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang tersedia di lima bursa utama Korea Selatan.
Batasan 5% dari modal ekuitas mungkin terdengar konservatif. Namun angka ini bisa sangat besar jika melihat skala korporasi-korporasi raksasa di negeri ginseng tersebut.
Naver sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar Korea Selatan bisa membeli hingga 10.000 BTC jika memaksimalkan alokasi tersebut. Bayangkan dampaknya jika ratusan perusahaan besar lainnya mengikuti langkah serupa.
FSC Korea Selatan masih mendiskusikan apakah stablecoin yang dipatok dengan dolar AS akan masuk dalam daftar aset yang diperbolehkan. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi strategi investasi banyak korporasi yang mungkin lebih menyukai aset dengan volatilitas rendah sebagai langkah awal.
XRP Siap Menyambut Gelombang Investasi Institusional
Di antara berbagai aset kripto yang memenuhi syarat, XRP tampaknya sudah mempersiapkan infrastruktur dengan sangat baik untuk menyambut arus dana institusional dari Korea Selatan.
BDACS sebagai kustodian teregulasi yang bermitra dengan Ripple sudah mengintegrasikan layanan kustodi XRP sejak 2025. Langkah strategis ini menunjukkan kesiapan penuh untuk melayani kebutuhan investor institusional.
🇰🇷 $XRP: South Korea just ended its 9-year corporate crypto ban. What does this mean for $XRP 👇
— 🇬🇧 ChartNerd 📊 (@ChartNerdTA) January 12, 2026
1) BDACS (regulated custodian + Ripple partner) already integrated XRP custody in 2025
2) With direct $XRP links to major exchanges: Upbit, Coinone, Korbit for compliant… https://t.co/wT2RszK4uV pic.twitter.com/4TyIwAuMga
XRP juga memiliki koneksi langsung dengan bursa-bursa utama Korea Selatan seperti Upbit, Coinone, dan Korbit. Ketiga platform ini termasuk dalam lima bursa yang diakui pemerintah untuk investasi korporasi sehingga mempermudah proses trading yang patuh regulasi.
Seorang analis industri menyatakan bahwa peluncuran layanan kustodi ini menandakan niat BDACS untuk melakukan ekspansi besar-besaran seiring dengan kejelasan regulasi. Korea Selatan baru saja membuka kunci yang selama ini menghalangi partisipasi institusional dan XRP sudah berdiri di garis depan.
Dampak Global dari Keputusan Bersejarah Korea Selatan
Keputusan Korea Selatan ini akan bergema jauh melampaui batas negaranya. Selama bertahun-tahun, volume trading kripto yang masif di negara tersebut sepenuhnya berasal dari investor ritel tanpa partisipasi korporasi atau market maker profesional.
Masuknya sekitar 3.500 entitas korporasi akan mengubah dinamika pasar secara fundamental. Likuiditas meningkat, volatilitas berpotensi menurun, dan legitimasi aset kripto sebagai instrumen investasi semakin kuat.
Kebijakan ini juga bisa menjadi template bagi negara-negara Asia lainnya yang masih ragu membuka pintu investasi kripto institusional. Korea Selatan membuktikan bahwa regulasi yang jelas dan terukur bisa menciptakan peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan perlindungan investor.
Pelaku industri kripto global kini mengawasi dengan seksama bagaimana implementasi aturan ini berjalan di lapangan. Jika Korea Selatan berhasil menjalankan kebijakan ini dengan baik, kita mungkin akan melihat efek domino di kawasan Asia dalam waktu dekat.






















