Hariankripto – Investor institutional kripto saat ini sedang menunggu kepastian dari persetujuan ETF kripto selain Bitcoin dan Ethereum yang mereka ajukan. Setelah SEC AS menyetujui ETF spot untuk Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, dan Hedera, kini giliran gelombang kedua altcoin yang mengantre.
Lebih dari 100 pengajuan ETF kripto mencakup sekitar 35 aset berbeda saat ini menumpuk di meja regulator Amerika Serikat. Keputusan akhir diperkirakan jatuh paling lambat pada 27 Maret 2026, dan persetujuan ini berpotensi menyalurkan miliaran dolar modal institusional ke aset-aset yang selama ini sulit diakses investor tradisional.
Penumpukan pengajuan ini sebagian disebabkan oleh government shutdown AS pada akhir 2025 yang membekukan proses peninjauan selama berminggu-minggu. Meski kantor federal sudah kembali beroperasi sejak awal Februari 2026, antrean tetap panjang dan padat.
Altcoin Mana Saja yang Mengajukan ETF Spot?
Beberapa altcoin terkemuka kini bersaing memperebutkan persetujuan ETF spot dari SEC. Cardano (ADA) mendapatkan perhatian khusus. Grayscale mendaftarkan Cardano Trust ETF dengan ticker GADA sebagai Delaware Statutory Trust pada Agustus 2025, dengan rencana listing di NYSE Arca. Selain Grayscale, 21Shares dan Bitwise juga mengajukan aplikasi ADA, beberapa di antaranya menyertakan fitur staking rewards yang menarik.
Aave (AAVE)Â akhirnya mendapatkan pengajuan ETF spot kripto. Pada 13 Februari 2026, Grayscale mengajukan S-1 untuk mengkonversi Aave Trust menjadi Grayscale Aave Trust ETF dengan ticker GAVE. Produk ini akan menyimpan token AAVE secara langsung, membebankan biaya 2,5%, dan menggunakan Coinbase sebagai kustodian. Aave merupakan protokol DeFi lending terbesar dengan total value locked lebih dari 27 miliar USD, menjadikannya kandidat kuat untuk ETF spot DeFi pertama di AS.
Polkadot (DOT) memiliki pengajuan dari 21Shares dan VanEck yang menargetkan struktur spot. Avalanche (AVAX) mendapat pengajuan aktif dari Bitwise dan Canary Capital, dengan keunggulan perdagangan di pasar futures CME yang membuat SEC AS lebih yakin terkait persyaratan pengawasan.Â
Pada 13 Februari Cronos (CRO) juga mengajukan ETF Spot Kripto melalui perusahaan Keluarga Donald Trump, Truth Social Funds. Perusahaan di bawah naungan Trump Media itu mengajukan Cronos Yield Maximizer ETF, dengan Crypto.com menyediakan layanan kustodi dan staking.
Sui (SUI) dan Sei (SEI) juga memiliki pengajuan dari 21Shares dan Canary dengan penekanan pada yield on-chain melalui staking. Terakhir, Zcash (ZEC) yang berfokus pada privasi untuk mengubah dari trust menjadi ETF pada November 2025. Institutional yang mengajukan Zcash ETF adalah Grayscale.
Apa yang SEC AS Cari dalam Pengajuan ETF?
SEC AS mempunyai kriteria khusus untuk menyetujui ETF spot altcoin. Prioritasnya yaitu aset dengan pasar futures yang mapan, perjanjian pengawasan yang kuat, dan risiko manipulasi yang rendah. Umumnya persetujuan standar listing pada September 2025 memang mempercepat proses, namun tidak menghilangkan semua hambatan.
Analis Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas dan James Seyffart, telah memantau peluang persetujuan ETF kripto yang akan terjadi. Mereka menempatkan Cardano, Polkadot, dan Avalanche pada probabilitas 90%, sementara SUI lebih rendah di 60%. Setelah standar listing generik berlaku pada September, Balchunas menaikkan peluang altcoin utama menjadi hampir 100%.
Token yang diperdagangkan di pasar futures teregulasi seperti Coinbase Derivatives dengan profil likuiditas mapan tetap menjadi kandidat terkuat. Pengajuan baru atau kurang matang seperti Sei, Zcash, dan Cronos menghadapi peluang lebih kecil. Staking menjadi faktor baru yang menarik perhatian. Beberapa pengajuan kini mengusulkan penyaluran staking rewards kepada pemegang ETF untuk interaksi aset penghasil yield dengan hukum sekuritas AS.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Perkiraan Batas waktu keputusannya terjadi pada 27 Maret 2026, meskipun bisa datang lebih cepat. Backlog pasca-shutdown SEC AS berkemungkinan keputusan keluar secara terpisah dan berpotensi menggerakkan pasar secara signifikan dalam waktu bersamaan.
Tidak semua aplikasi akan berhasil, namun volume pengajuan yang tinggi mengirimkan sinyal jelas bahwa Wall Street tidak menunggu SEC AS untuk menyesuaikan diri. Investor institusional terus mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar altcoin melalui jalur yang lebih teregulasi. Jika SEC AS menyetujui gelombang kedua ETF spot ini, industri kripto akan memasuki babak baru adopsi institusional yang lebih masif dari sebelumnya.

























