Hariankripto.id – Tidak seperti beberapa perusahaan besar di AS yang menjual Bitcoinnya di periode Q3 2025, secara mengejutkan Tesla masih miliki 10K lebih Bitcoin sampai akhir Q3 2025 ini.
Tesla Pertahankan 11.500 Bitcoin di Q3 2025
Tesla mengumumkan dalam laporan keuangan Q3 2025 bahwa mereka masih memiliki 11.500 Bitcoin, yang saat ini bernilai sekitar $1,3 miliar. Meskipun pasar kripto mengalami volatilitas, Tesla tidak melakukan penjualan atau pembelian Bitcoin pada kuartal tersebut. Ini menunjukkan bahwa Tesla masih belum menjual Bitcoinya untuk saat ini, meskipun sebelumnya mereka sempat menjual sebagian besar kepemilikannya.
Elon Musk sebagai CEO Tesla tetap menunjukkan kepercayaan pada Bitcoin sebagai aset yang memiliki kelangkaan dan nilai tinggi. Dalam beberapa kesempatan, Musk menyatakan bahwa Bitcoin tidak bisa dipalsukan atau dipengaruhi oleh inflasi, yang membuatnya lebih menarik bagi investor.
Laporan Keuangan Tesla Q3 2025 Menunjukkan Pendapatan dan Profitabilitas Meningkat
Pada Q3 2025, Tesla berhasil mencatatkan pendapatan sebesar $28,1 miliar dan melampaui perkiraan Wall Street yang berkisar di angka $26,36 miliar. Pencapaian pendapatan yang melampaui perkiraan Wall Street terjadi karena kenaikan pengiriman kendaraan, pertumbuhan sektor energi terbarukan, dan peningkatan layanan Tesla.
Tesla juga mencatatkan gross margin sebesar 18,1%, lebih tinggi dari 17,5% pada Q3 2024. Free cash flow Tesla meningkat 46% YoY, mencapai sekitar $2,08 miliar. Namun, meskipun ada pertumbuhan di sektor-sektor tersebut, penghasilan operasional Tesla turun 40% YoY menjadi $1,6 miliar dan menghasilkan margin operasional sebesar 5,8% di Q3 2025.
Pengembangan AI dan penelitian pada proyek-proyek lainnya merupakan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penghasilan operasional dari Tesla..
Keyakinan Tesla dan Pandangan Elon Musk Terhadap Bitcoin
Tesla adalah salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Perusahaan ini awalnya berinvestasi $1,5 miliar dalam Bitcoin pada tahun 2021, namun menjual sejumlah besar beberapa tahun berikutnya. Dengan rilisnya laporan keuangan Tesla di Q3 2025, ternyata Tesla masih menahan 10K lebih Bitcoinnya sampai akhir Q3 2025.
Dalam beberapa kesempatan, Elon Musk menyatakan bahwa Bitcoin memiliki kelangkaan dan kepercayaan yang membedakannya dari mata uang fiat.
True.
— Elon Musk (@elonmusk) October 14, 2025
That is why Bitcoin is based on energy: you can issue fake fiat currency, and every government in history has done so, but it is impossible to fake energy.
Musk berpendapat bahwa Bitcoin, dengan energi terbatas dan tidak dapat dipalsukan, memiliki potensi jangka panjang yang menarik bagi para investor yang menginginkan aset yang lebih aman.
Kesimpulan
Laporan Q3 2025 Tesla mengungkapkan pencapaian signifikan dalam hal pendapatan dan pengembangan teknologi, meskipun ada penurunan pada pendapatan operasional. Keputusan Tesla untuk mempertahankan Bitcoin kepemilikannya memberikan indikasi bahwa Tesla percaya pada potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset investasi.
Dalam waktu dekat, kita dapat kemajuan dari Tesla untuk terus berinovasi, baik dalam sektor kendaraan listrik maupun teknologi AI, sementara juga memantau pasar kripto yang saat ini mengalami volatilitas tinggi.
FAQ
1. Berapa banyak Bitcoin Tesla miliki di Q3 2025?
Tesla memegang sekitar 11.500 Bitcoin dengan nilai sekitar $1,3 miliar pada Q3 2025.
2. Apakah Tesla menjual Bitcoin pada kuartal ketiga 2025?
Tidak, Tesla tidak melakukan penjualan atau pembelian Bitcoin pada kuartal ketiga 2025. Perusahaan mempertahankan posisi mereka dalam Bitcoin meskipun harga kripto mengalami volatilitas.
3. Mengapa Elon Musk percaya pada Bitcoin?
Elon Musk percaya pada Bitcoin karena menurutnya, Bitcoin tidak bisa dipalsukan atau dipengaruhi oleh inflasi seperti uang fiat. Ia melihat Bitcoin sebagai aset dengan kelangkaan dan nilai intrinsik yang memberikan daya tarik bagi investor.
4. Apa yang menyebabkan penurunan penghasilan operasional Tesla di Q3 2025?
Penurunan penghasilan operasional Tesla sebesar 40% disebabkan oleh investasi besar dalam kecerdasan buatan (AI) dan proyek riset lainnya, yang mengurangi margin perusahaan meskipun ada pertumbuhan di sektor lain.
5. Bagaimana kinerja Tesla dalam hal pendapatan dan profitabilitas di Q3 2025?
Tesla berhasil mencatatkan pendapatan sebesar $28,1 miliar, yang lebih tinggi dari proyeksi Wall Street. Meskipun ada penurunan pada penghasilan operasional, Tesla menunjukkan pertumbuhan 12% YoY berkat peningkatan pengiriman kendaraan, energi terbarukan, dan layanan.






















